Perbedaan Centrifuge dan Layer3: Centrifuge diperdagangkan di Rp3.242 (kapitalisasi pasar Rp1,87T, volume 24 jam Rp159,57M), sedangkan Layer3 diperdagangkan di Rp95,2 (kapitalisasi pasar Rp116,81M, volume 24 jam Rp63,93M). Perbedaan utamanya: Centrifuge jauh lebih besar — sekitar 16× kapitalisasi pasar Layer3, dan suplai Layer3 dibatasi (1,2B / 3,3B L3 (37%)), sedangkan Centrifuge terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Centrifuge selama 4 Hari dan Layer3 selama 8 Hari.
| CFG | L3 | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,87T | Rp116,81M |
Volume (24h) | Rp159,57M | Rp63,93M |
Suplai yang Beredar | 577,2M CFG | 1,2B / 3,3B L3 (37%) |
Typical Hold Time | 4 Hari | 8 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Centrifuge adalah protokol infrastruktur terdesentralisasi yang membawa aset dunia nyata seperti invoice, properti, dan obligasi pemerintah ke dalam ekosistem DeFi. Protokol ini menyediakan infrastruktur terbuka dan EVM-native untuk tokenisasi serta pengelolaan aset keuangan di berbagai jaringan seperti Ethereum, Base, dan Avalanche. Token CFG digunakan untuk governance, memungkinkan pemegangnya memberikan suara dalam pembaruan dan arah strategis protokol melalui DAO.
Selengkapnya di halaman CFG →Layer3 adalah token multi-utilitas dengan total pasokan 3.333.333.333 token, dirancang untuk mendukung ekosistem staking dengan hadiah berlapis dan mekanisme burn. Pengguna dapat melakukan staking L3 untuk memperoleh penghasilan pasif dan membuka token tata kelola tambahan (misalnya OP, ARB) melalui partisipasi aktif. Membakar token L3 memberikan akses ke jaringan Layer3, memungkinkan pengguna memposting quest, dan menggunakan CUBE credentials—identitas unik untuk pencapaian omnichain. Token yang dibakar juga memberikan berbagai keuntungan di ekosistem mitra, seperti akses awal, diskon biaya, NFT eksklusif, dan lainnya.
Selengkapnya di halaman L3 →