Perbedaan Centrifuge dan Story: Centrifuge diperdagangkan di Rp3.219 (kapitalisasi pasar Rp1,85T, volume 24 jam Rp154,54M), sedangkan Story diperdagangkan di Rp5.692 (kapitalisasi pasar Rp1,92T, volume 24 jam Rp231,18M). Perbedaan utamanya: Centrifuge dan Story berukuran mirip dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Centrifuge 577,2M CFG dibanding 356,6M IP milik Story. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Centrifuge selama 4 Hari dan Story selama 22 Hari.
| CFG | IP | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,85T | Rp1,92T |
Volume (24h) | Rp154,54M | Rp231,18M |
Suplai yang Beredar | 577,2M CFG | 356,6M IP |
Typical Hold Time | 4 Hari | 22 Hari |
Centrifuge adalah protokol infrastruktur terdesentralisasi yang membawa aset dunia nyata seperti invoice, properti, dan obligasi pemerintah ke dalam ekosistem DeFi. Protokol ini menyediakan infrastruktur terbuka dan EVM-native untuk tokenisasi serta pengelolaan aset keuangan di berbagai jaringan seperti Ethereum, Base, dan Avalanche. Token CFG digunakan untuk governance, memungkinkan pemegangnya memberikan suara dalam pembaruan dan arah strategis protokol melalui DAO.
Selengkapnya di halaman CFG →Story adalah blockchain Layer 1 yang dirancang sebagai fondasi untuk hak kekayaan intelektual (IP) di internet. Platform ini memungkinkan para kreator untuk mendaftarkan, melisensikan, dan memonetisasi aset IP mereka secara mudah. Dengan memanfaatkan teknologi blockchain, Story menyediakan kerangka kerja yang transparan dan efisien untuk atribusi, lisensi, dan komersialisasi IP.
Selengkapnya di halaman IP →