Perbedaan Centrifuge dan Hemi: Centrifuge diperdagangkan di Rp3.198 (kapitalisasi pasar Rp1,83T, volume 24 jam Rp150,22M), sedangkan Hemi diperdagangkan di Rp78,13 (kapitalisasi pasar Rp76,39M, volume 24 jam Rp55,66M). Perbedaan utamanya: Centrifuge jauh lebih besar — sekitar 24× kapitalisasi pasar Hemi, dan suplai beredar Centrifuge 577,2M CFG dibanding 977,5M HEMI milik Hemi. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Centrifuge selama 4 Hari dan Hemi selama 26 Hari.
| CFG | HEMI | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,83T | Rp76,39M |
Volume (24h) | Rp150,22M | Rp55,66M |
Suplai yang Beredar | 577,2M CFG | 977,5M HEMI |
Typical Hold Time | 4 Hari | 26 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Centrifuge adalah protokol infrastruktur terdesentralisasi yang membawa aset dunia nyata seperti invoice, properti, dan obligasi pemerintah ke dalam ekosistem DeFi. Protokol ini menyediakan infrastruktur terbuka dan EVM-native untuk tokenisasi serta pengelolaan aset keuangan di berbagai jaringan seperti Ethereum, Base, dan Avalanche. Token CFG digunakan untuk governance, memungkinkan pemegangnya memberikan suara dalam pembaruan dan arah strategis protokol melalui DAO.
Selengkapnya di halaman CFG →Hemi is a modular Layer-2 blockchain that bridges Bitcoin’s unmatched security with Ethereum’s programmability to create a unified ecosystem for DeFi and cross-chain interoperability. Built as a Bitcoin-Ethereum Supernetwork, Hemi integrates a Bitcoin node directly into its Ethereum-compatible hVM, allowing seamless access to Bitcoin’s state data. Through its innovative Proof-of-Proof consensus, Hemi inherits Bitcoin’s decentralized security while achieving transaction finality in about 90 minutes—bringing scalable, secure, and interoperable DeFi to both networks.
Selengkapnya di halaman HEMI →