Perbedaan Centrifuge dan Gains Network: Centrifuge diperdagangkan di Rp2.697 (kapitalisasi pasar Rp1,55T, volume 24 jam Rp76,76M), sedangkan Gains Network diperdagangkan di Rp9.382 (kapitalisasi pasar Rp219,2M, volume 24 jam Rp5,43M). Perbedaan utamanya: Centrifuge jauh lebih besar — sekitar 7,1× kapitalisasi pasar Gains Network, dan suplai beredar Centrifuge 577,2M CFG dibanding 23,4M GNS milik Gains Network. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Centrifuge selama 5 Hari dan Gains Network selama 47 Hari.
| CFG | GNS | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,55T | Rp219,2M |
Volume (24h) | Rp76,76M | Rp5,43M |
Suplai yang Beredar | 577,2M CFG | 23,4M GNS |
Typical Hold Time | 5 Hari | 47 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Centrifuge adalah protokol infrastruktur terdesentralisasi yang membawa aset dunia nyata seperti invoice, properti, dan obligasi pemerintah ke dalam ekosistem DeFi. Protokol ini menyediakan infrastruktur terbuka dan EVM-native untuk tokenisasi serta pengelolaan aset keuangan di berbagai jaringan seperti Ethereum, Base, dan Avalanche. Token CFG digunakan untuk governance, memungkinkan pemegangnya memberikan suara dalam pembaruan dan arah strategis protokol melalui DAO.
Selengkapnya di halaman CFG →Gains Network mengembangkan gTrade, platform trading leverage terdesentralisasi yang liquid dan efisien, kuat, serta ramah pengguna. Protokol ini berfokus pada ekosistem token utilitas ERC20 (GNS) dan ERC721 (NFT). Gains Network merupakan DAO dengan token $GNS yang bertujuan untuk menciptakan produk DeFi yang pendapatannya dapat didistribusikan melalui staking pool $GNS.
Selengkapnya di halaman GNS →