Perbedaan Centrifuge dan Ethereum Classic: Centrifuge diperdagangkan di Rp3.202 (kapitalisasi pasar Rp1,85T, volume 24 jam Rp154,54M), sedangkan Ethereum Classic diperdagangkan di Rp126.202 (kapitalisasi pasar Rp19,77T, volume 24 jam Rp544,79M). Perbedaan utamanya: Ethereum Classic jauh lebih besar — sekitar 10,7× kapitalisasi pasar Centrifuge, dan suplai Ethereum Classic dibatasi (157,5M / 210,7M ETC (75%)), sedangkan Centrifuge terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Centrifuge selama 4 Hari dan Ethereum Classic selama 64 Hari.
| CFG | ETC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,85T | Rp19,77T |
Volume (24h) | Rp154,54M | Rp544,79M |
Suplai yang Beredar | 577,2M CFG | 157,5M / 210,7M ETC (75%) |
Typical Hold Time | 4 Hari | 64 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Centrifuge adalah protokol infrastruktur terdesentralisasi yang membawa aset dunia nyata seperti invoice, properti, dan obligasi pemerintah ke dalam ekosistem DeFi. Protokol ini menyediakan infrastruktur terbuka dan EVM-native untuk tokenisasi serta pengelolaan aset keuangan di berbagai jaringan seperti Ethereum, Base, dan Avalanche. Token CFG digunakan untuk governance, memungkinkan pemegangnya memberikan suara dalam pembaruan dan arah strategis protokol melalui DAO.
Selengkapnya di halaman CFG →Ethereum Classic (ETC) adalah bagian dari Ethereum (ETH) yang diluncurkan pada Juli 2016. Fungsi utamanya adalah sebagai jaringan kontrak pintar, dengan kemampuan untuk meng-host dan mendukung aplikasi terdesentralisasi (DApps).
Selengkapnya di halaman ETC →