Perbedaan Centrifuge dan Cartesi: Centrifuge diperdagangkan di Rp2.706 (kapitalisasi pasar Rp1,56T, volume 24 jam Rp76,95M), sedangkan Cartesi diperdagangkan di Rp451,84 (kapitalisasi pasar Rp421,57M, volume 24 jam Rp51,02M). Perbedaan utamanya: Centrifuge jauh lebih besar — sekitar 3,7× kapitalisasi pasar Cartesi, dan suplai Cartesi dibatasi (932,9M / 1B CTSI (94%)), sedangkan Centrifuge terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Centrifuge selama 5 Hari dan Cartesi selama 91 Hari.
| CFG | CTSI | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,56T | Rp421,57M |
Volume (24h) | Rp76,95M | Rp51,02M |
Suplai yang Beredar | 577,2M CFG | 932,9M / 1B CTSI (94%) |
Typical Hold Time | 5 Hari | 91 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Centrifuge adalah protokol infrastruktur terdesentralisasi yang membawa aset dunia nyata seperti invoice, properti, dan obligasi pemerintah ke dalam ekosistem DeFi. Protokol ini menyediakan infrastruktur terbuka dan EVM-native untuk tokenisasi serta pengelolaan aset keuangan di berbagai jaringan seperti Ethereum, Base, dan Avalanche. Token CFG digunakan untuk governance, memungkinkan pemegangnya memberikan suara dalam pembaruan dan arah strategis protokol melalui DAO.
Selengkapnya di halaman CFG →Cartesi (CTSI) adalah operating system pertama di blockchain. CTSI menjembatani perbedaan antara perangkat lunak utama dan blockchain, menyambut jutaan startup baru dan pengembang mereka ke blockchain dengan membawa Linux ke aplikasi blockchain. Cartesi menggabungkan mesin virtual inovatif, roll-up optimis, dan rantai samping untuk merevolusi cara pengembang membuat aplikasi blockchain.
Selengkapnya di halaman CTSI →