Perbedaan Centrifuge dan Chromia: Centrifuge diperdagangkan di Rp3.194 (kapitalisasi pasar Rp1,83T, volume 24 jam Rp150,22M), sedangkan Chromia diperdagangkan di Rp265,51 (kapitalisasi pasar Rp256,27M, volume 24 jam Rp33,73M). Perbedaan utamanya: Centrifuge jauh lebih besar — sekitar 7,1× kapitalisasi pasar Chromia, dan suplai Chromia dibatasi (974,8M / 978,1M CHR (100%)), sedangkan Centrifuge terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Centrifuge selama 4 Hari dan Chromia selama 50 Hari.
| CFG | CHR | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,83T | Rp256,27M |
Volume (24h) | Rp150,22M | Rp33,73M |
Suplai yang Beredar | 577,2M CFG | 974,8M / 978,1M CHR (100%) |
Typical Hold Time | 4 Hari | 50 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Centrifuge adalah protokol infrastruktur terdesentralisasi yang membawa aset dunia nyata seperti invoice, properti, dan obligasi pemerintah ke dalam ekosistem DeFi. Protokol ini menyediakan infrastruktur terbuka dan EVM-native untuk tokenisasi serta pengelolaan aset keuangan di berbagai jaringan seperti Ethereum, Base, dan Avalanche. Token CFG digunakan untuk governance, memungkinkan pemegangnya memberikan suara dalam pembaruan dan arah strategis protokol melalui DAO.
Selengkapnya di halaman CFG →Chromia adalah blockchain Layer-1 yang berdiri sendiri dan peningkatan Layer-2 yang kompatibel dengan EVM untuk Binance Smart Chain dan Ethereum. Aset ini didesain untuk meningkatkan dApps yang ada dan memungkinkan pembuatan dApps generasi berikutnya dengan menyediakan scalability, penanganan data yang lebih baik, dan struktur biaya yang bisa disesuaikan. Blockchain menggunakan arsitektur unik yang disebut relational blockchain, dan juga bahasa pemrograman khusus bernama Rell.
Selengkapnya di halaman CHR →