Perbedaan Cetus Protocol dan Zora: Cetus Protocol diperdagangkan di Rp324,32 (kapitalisasi pasar Rp309,4M, volume 24 jam Rp31,88M), sedangkan Zora diperdagangkan di Rp121,8 (kapitalisasi pasar Rp545,12M, volume 24 jam Rp201,47M). Perbedaan utamanya: Zora lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Cetus Protocol 956,5M / 1B CETUS (96%) dibanding 4,5B / 10B ZORA (45%) milik Zora. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Cetus Protocol selama 30 Hari dan Zora selama 13 Hari.
| CETUS | ZORA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp309,4M | Rp545,12M |
Volume (24h) | Rp31,88M | Rp201,47M |
Suplai yang Beredar | 956,5M / 1B CETUS (96%) | 4,5B / 10B ZORA (45%) |
Typical Hold Time | 30 Hari | 13 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Cetus Protocol, sebuah protokol pertukaran dan likuiditas terdesentralisasi, beroperasi di blockchain Sui dan Aptos. Protokol ini memanfaatkan paradigma Concentrated Liquidity Market Makers (CLMM), mengintegrasikan elemen dari Uniswap V3 dan Trader Joe untuk menawarkan opsi trading dan likuiditas yang lebih canggih. Cetus bertujuan membangun jaringan likuiditas yang kuat dan fleksibel, meningkatkan pengalaman trading dan efisiensi likuiditas bagi pengguna DeFi.
Selengkapnya di halaman CETUS →Zora adalah protokol media desentralisasi dan pasar NFT yang dibangun di atas Ethereum Layer 2 menggunakan OP Stack. Platform ini memungkinkan kreator untuk mencetak, menjual, dan menampilkan NFT secara langsung di blockchain, menawarkan platform terbuka dan transparan untuk konten digital. Zora bertujuan memberdayakan kreator dengan menyediakan alat untuk monetisasi dan keterlibatan komunitas, membuka era baru media on-chain.
Selengkapnya di halaman ZORA →