Perbedaan Cetus Protocol dan Anoma: Cetus Protocol diperdagangkan di Rp324,16 (kapitalisasi pasar Rp309,4M, volume 24 jam Rp31,88M), sedangkan Anoma diperdagangkan di Rp202,87 (kapitalisasi pasar Rp508,24M, volume 24 jam Rp68,89M). Perbedaan utamanya: Anoma lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Cetus Protocol 956,5M / 1B CETUS (96%) dibanding 2,5B / 10B XAN (25%) milik Anoma. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Cetus Protocol selama 30 Hari dan Anoma selama 4 Hari.
| CETUS | XAN | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp309,4M | Rp508,24M |
Volume (24h) | Rp31,88M | Rp68,89M |
Suplai yang Beredar | 956,5M / 1B CETUS (96%) | 2,5B / 10B XAN (25%) |
Typical Hold Time | 30 Hari | 4 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Cetus Protocol, sebuah protokol pertukaran dan likuiditas terdesentralisasi, beroperasi di blockchain Sui dan Aptos. Protokol ini memanfaatkan paradigma Concentrated Liquidity Market Makers (CLMM), mengintegrasikan elemen dari Uniswap V3 dan Trader Joe untuk menawarkan opsi trading dan likuiditas yang lebih canggih. Cetus bertujuan membangun jaringan likuiditas yang kuat dan fleksibel, meningkatkan pengalaman trading dan efisiensi likuiditas bagi pengguna DeFi.
Selengkapnya di halaman CETUS →Anoma adalah sistem operasi terdesentralisasi yang memungkinkan pengembang membangun satu aplikasi yang dapat berjalan di berbagai blockchain. Arsitektur intent-centric-nya menyederhanakan kompleksitas infrastruktur, meningkatkan efisiensi pengembangan dan pengalaman pengguna. Anoma mendukung lapisan aplikasi terpadu yang membawa fungsi Web3 lebih dekat dengan kualitas pengalaman Web2.
Selengkapnya di halaman XAN →