Perbedaan Cetus Protocol dan USDS: Cetus Protocol diperdagangkan di Rp324,08 (kapitalisasi pasar Rp308,06M, volume 24 jam Rp30,25M), sedangkan USDS diperdagangkan di Rp18.100 (kapitalisasi pasar Rp196,89T, volume 24 jam Rp1,74T). Perbedaan utamanya: USDS jauh lebih besar — sekitar 639,1× kapitalisasi pasar Cetus Protocol, dan suplai Cetus Protocol dibatasi (956,5M / 1B CETUS (96%)), sedangkan USDS terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Cetus Protocol selama 30 Hari dan USDS selama 9 Hari.
| CETUS | USDS | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp308,06M | Rp196,89T |
Volume (24h) | Rp30,25M | Rp1,74T |
Suplai yang Beredar | 956,5M / 1B CETUS (96%) | 10,9B USDS |
Typical Hold Time | 30 Hari | 9 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Cetus Protocol, sebuah protokol pertukaran dan likuiditas terdesentralisasi, beroperasi di blockchain Sui dan Aptos. Protokol ini memanfaatkan paradigma Concentrated Liquidity Market Makers (CLMM), mengintegrasikan elemen dari Uniswap V3 dan Trader Joe untuk menawarkan opsi trading dan likuiditas yang lebih canggih. Cetus bertujuan membangun jaringan likuiditas yang kuat dan fleksibel, meningkatkan pengalaman trading dan efisiensi likuiditas bagi pengguna DeFi.
Selengkapnya di halaman CETUS →USDS (Sky Dollar) adalah stablecoin terdesentralisasi yang diterbitkan oleh Sky Protocol, penerus MakerDAO yang menjadi salah satu fondasi DeFi. Nilainya terikat 1:1 terhadap dolar AS. USDS dicetak dengan mengunci aset crypto sebagai jaminan dan dapat dikonversi langsung dari DAI dengan rasio 1:1. Selain sebagai alat penyimpan nilai, USDS menawarkan yield melalui Sky Savings Rate, reward berupa token governance SKY, serta tersedia di berbagai jaringan termasuk Ethereum dan Solana.
Selengkapnya di halaman USDS →