Perbedaan Cetus Protocol dan Telos: Cetus Protocol diperdagangkan di Rp322,65 (kapitalisasi pasar Rp308,06M, volume 24 jam Rp30,25M), sedangkan Telos diperdagangkan di Rp231,2 (kapitalisasi pasar Rp103,88M, volume 24 jam Rp19,19M). Perbedaan utamanya: Cetus Protocol jauh lebih besar — sekitar 3× kapitalisasi pasar Telos, dan suplai Cetus Protocol dibatasi (956,5M / 1B CETUS (96%)), sedangkan Telos terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Cetus Protocol selama 30 Hari dan Telos selama 7 Hari.
| CETUS | TLOS | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp308,06M | Rp103,88M |
Volume (24h) | Rp30,25M | Rp19,19M |
Suplai yang Beredar | 956,5M / 1B CETUS (96%) | 450,7M TLOS |
Typical Hold Time | 30 Hari | 7 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Cetus Protocol, sebuah protokol pertukaran dan likuiditas terdesentralisasi, beroperasi di blockchain Sui dan Aptos. Protokol ini memanfaatkan paradigma Concentrated Liquidity Market Makers (CLMM), mengintegrasikan elemen dari Uniswap V3 dan Trader Joe untuk menawarkan opsi trading dan likuiditas yang lebih canggih. Cetus bertujuan membangun jaringan likuiditas yang kuat dan fleksibel, meningkatkan pengalaman trading dan efisiensi likuiditas bagi pengguna DeFi.
Selengkapnya di halaman CETUS →Telos adalah blockchain Layer-1 berperforma tinggi yang mengutamakan skalabilitas, keamanan, dan kegunaan di dunia nyata. Dengan infrastruktur yang kompatibel dengan EVM, pengembang dapat menjalankan DApp berbasis Ethereum secara lebih cepat dan murah. TLOS adalah token utilitas asli untuk biaya gas, staking, dan tata kelola.
Selengkapnya di halaman TLOS →