Perbedaan Cetus Protocol dan Raydium: Cetus Protocol diperdagangkan di Rp323,02 (kapitalisasi pasar Rp308,06M, volume 24 jam Rp30,25M), sedangkan Raydium diperdagangkan di Rp12.249 (kapitalisasi pasar Rp3,27T, volume 24 jam Rp168,88M). Perbedaan utamanya: Raydium jauh lebih besar — sekitar 10,6× kapitalisasi pasar Cetus Protocol, dan suplai beredar Cetus Protocol 956,5M / 1B CETUS (96%) dibanding 269,3M / 555M RAY (49%) milik Raydium. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Cetus Protocol selama 30 Hari dan Raydium selama 24 Hari.
| CETUS | RAY | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp308,06M | Rp3,27T |
Volume (24h) | Rp30,25M | Rp168,88M |
Suplai yang Beredar | 956,5M / 1B CETUS (96%) | 269,3M / 555M RAY (49%) |
Typical Hold Time | 30 Hari | 24 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Cetus Protocol, sebuah protokol pertukaran dan likuiditas terdesentralisasi, beroperasi di blockchain Sui dan Aptos. Protokol ini memanfaatkan paradigma Concentrated Liquidity Market Makers (CLMM), mengintegrasikan elemen dari Uniswap V3 dan Trader Joe untuk menawarkan opsi trading dan likuiditas yang lebih canggih. Cetus bertujuan membangun jaringan likuiditas yang kuat dan fleksibel, meningkatkan pengalaman trading dan efisiensi likuiditas bagi pengguna DeFi.
Selengkapnya di halaman CETUS →Raydium (RAY) adalah automated market maker (AMM) dan penyedia likuiditas yang dibangun di atas blockchain Solana untuk decentralized exchane (DEX). Tidak seperti AMM lainnya, Raydium menyediakan likuiditas on-chain ke limit order book pusat yang berarti bahwa dana yang disimpan ke Raydium diubah menjadi limit order yang ada di Serum orderbook.
Selengkapnya di halaman RAY →