Perbedaan Cetus Protocol dan Raydium: Cetus Protocol diperdagangkan di Rp341,84 (kapitalisasi pasar Rp330,95M, volume 24 jam Rp52,82M), sedangkan Raydium diperdagangkan di Rp11.288 (kapitalisasi pasar Rp3,03T, volume 24 jam Rp109,19M). Perbedaan utamanya: Raydium jauh lebih besar — sekitar 9,2× kapitalisasi pasar Cetus Protocol, dan suplai beredar Cetus Protocol 960,9M / 1B CETUS (97%) dibanding 269,5M / 555M RAY (49%) milik Raydium. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Cetus Protocol selama 31 Hari dan Raydium selama 25 Hari.
| CETUS | RAY | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp330,95M | Rp3,03T |
Volume (24h) | Rp52,82M | Rp109,19M |
Suplai yang Beredar | 960,9M / 1B CETUS (97%) | 269,5M / 555M RAY (49%) |
Typical Hold Time | 31 Hari | 25 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
Cetus Protocol menunjukkan sinyal teknis bullish dengan harga saat ini Rp344,76 dan market cap Rp334,11 juta. Token ini mendekati level resistance R1 di Rp350 dengan momentum positif dari moving averages. Sirkulasi token sudah mencapai 97% dari total supply 1 juta CETUS, menunjukkan distribusi yang matang. Tidak ada update protokol signifikan yang dilaporkan dalam periode terakhir.
Outlook keseluruhan positif dengan peluang breakout menuju Rp372 jika mampu menembus resistance. Risiko utama termasuk volatilitas tinggi khas crypto dan ketergantungan pada ekosistem blockchain yang lebih luas. Investor perlu memantau volume trading dan aktivitas jaringan untuk konfirmasi trend.
RAY saat ini diperdagangkan di Rp11.288 dengan sinyal teknis bullish secara keseluruhan, meskipun rata-rata bergerak menunjukkan tekanan jual. Token ini telah mencapai volume perdagangan kumulatif lebih dari Rp1.000 triliun setelah listing di Robinhood dan Revolut, menunjukkan adopsi yang kuat. Pivot point kunci berada di Rp11.324 dengan support terdekat di Rp11.252.
Outlook jangka pendek positif didukung momentum volume tinggi dan integrasi SpaceX IPO, namun investor perlu waspada terhadap volatilitas tinggi dan risiko teknis jaringan Solana. Peluang utama terletak pada pertumbuhan ekosistem DeFi, sementara risiko termasuk fluktuasi pasar kripto yang cepat.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Cetus Protocol, sebuah protokol pertukaran dan likuiditas terdesentralisasi, beroperasi di blockchain Sui dan Aptos. Protokol ini memanfaatkan paradigma Concentrated Liquidity Market Makers (CLMM), mengintegrasikan elemen dari Uniswap V3 dan Trader Joe untuk menawarkan opsi trading dan likuiditas yang lebih canggih. Cetus bertujuan membangun jaringan likuiditas yang kuat dan fleksibel, meningkatkan pengalaman trading dan efisiensi likuiditas bagi pengguna DeFi.
Selengkapnya di halaman CETUS →Raydium (RAY) adalah automated market maker (AMM) dan penyedia likuiditas yang dibangun di atas blockchain Solana untuk decentralized exchane (DEX). Tidak seperti AMM lainnya, Raydium menyediakan likuiditas on-chain ke limit order book pusat yang berarti bahwa dana yang disimpan ke Raydium diubah menjadi limit order yang ada di Serum orderbook.
Selengkapnya di halaman RAY →