Perbedaan Cetus Protocol dan Neo: Cetus Protocol diperdagangkan di Rp323,62 (kapitalisasi pasar Rp309,4M, volume 24 jam Rp31,88M), sedangkan Neo diperdagangkan di Rp34.689 (kapitalisasi pasar Rp2,45T, volume 24 jam Rp77,11M). Perbedaan utamanya: Neo jauh lebih besar — sekitar 7,9× kapitalisasi pasar Cetus Protocol, dan suplai Cetus Protocol dibatasi (956,5M / 1B CETUS (96%)), sedangkan Neo terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Cetus Protocol selama 30 Hari dan Neo selama 93 Hari.
| CETUS | NEO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp309,4M | Rp2,45T |
Volume (24h) | Rp31,88M | Rp77,11M |
Suplai yang Beredar | 956,5M / 1B CETUS (96%) | 70,5M NEO |
Typical Hold Time | 30 Hari | 93 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Cetus Protocol, sebuah protokol pertukaran dan likuiditas terdesentralisasi, beroperasi di blockchain Sui dan Aptos. Protokol ini memanfaatkan paradigma Concentrated Liquidity Market Makers (CLMM), mengintegrasikan elemen dari Uniswap V3 dan Trader Joe untuk menawarkan opsi trading dan likuiditas yang lebih canggih. Cetus bertujuan membangun jaringan likuiditas yang kuat dan fleksibel, meningkatkan pengalaman trading dan efisiensi likuiditas bagi pengguna DeFi.
Selengkapnya di halaman CETUS →Neo adalah platform kontrak pintar, mirip dengan Ethereum, yang dibuat di China. Neo melabelkan diri sebagai ekosistem yang “tumbuh dan berkembang pesat” dengan tujuan untuk menjadi fondasi bagi generasi internet berikutnya — sebuah ekonomi baru di mana pembayaran, identitas, dan aset digital bersatu.
Selengkapnya di halaman NEO →