Perbedaan Cetus Protocol dan IOTA: Cetus Protocol diperdagangkan di Rp324,08 (kapitalisasi pasar Rp309,4M, volume 24 jam Rp31,88M), sedangkan IOTA diperdagangkan di Rp671,08 (kapitalisasi pasar Rp3,02T, volume 24 jam Rp136,06M). Perbedaan utamanya: IOTA jauh lebih besar — sekitar 9,8× kapitalisasi pasar Cetus Protocol, dan suplai Cetus Protocol dibatasi (956,5M / 1B CETUS (96%)), sedangkan IOTA terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Cetus Protocol selama 30 Hari dan IOTA selama 48 Hari.
| CETUS | MIOTA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp309,4M | Rp3,02T |
Volume (24h) | Rp31,88M | Rp136,06M |
Suplai yang Beredar | 956,5M / 1B CETUS (96%) | 4,5B MIOTA |
Typical Hold Time | 30 Hari | 48 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Cetus Protocol, sebuah protokol pertukaran dan likuiditas terdesentralisasi, beroperasi di blockchain Sui dan Aptos. Protokol ini memanfaatkan paradigma Concentrated Liquidity Market Makers (CLMM), mengintegrasikan elemen dari Uniswap V3 dan Trader Joe untuk menawarkan opsi trading dan likuiditas yang lebih canggih. Cetus bertujuan membangun jaringan likuiditas yang kuat dan fleksibel, meningkatkan pengalaman trading dan efisiensi likuiditas bagi pengguna DeFi.
Selengkapnya di halaman CETUS →IOTA adalah ledger terdistribusi dengan sebuah perbedaan signifikan: ini bukanlah sebuah blockchain. Melainkan, teknologi tersendiri yang dikenal sebagai Tangle, sebuah sistem node untuk mengkonfirmasi transaksi. Yayasan yang mengelola platform ini mengatakan IOTA menawarkan kecepatan yang melebihi blockchain konvensional serta landasan ideal bagi ekosistem Internet of Things yang terus berkembang.
Selengkapnya di halaman MIOTA →