Perbedaan Cetus Protocol dan Solayer: Cetus Protocol diperdagangkan di Rp344,21 (kapitalisasi pasar Rp328,86M, volume 24 jam Rp52,43M), sedangkan Solayer diperdagangkan di Rp1.059 (kapitalisasi pasar Rp502,76M, volume 24 jam Rp197,87M). Perbedaan utamanya: Solayer lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai Cetus Protocol dibatasi (960,9M / 1B CETUS (97%)), sedangkan Solayer terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Cetus Protocol selama 31 Hari dan Solayer selama 35 Hari.
| CETUS | LAYER | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp328,86M | Rp502,76M |
Volume (24h) | Rp52,43M | Rp197,87M |
Suplai yang Beredar | 960,9M / 1B CETUS (97%) | 475,5M LAYER |
Typical Hold Time | 31 Hari | 35 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Cetus Protocol, sebuah protokol pertukaran dan likuiditas terdesentralisasi, beroperasi di blockchain Sui dan Aptos. Protokol ini memanfaatkan paradigma Concentrated Liquidity Market Makers (CLMM), mengintegrasikan elemen dari Uniswap V3 dan Trader Joe untuk menawarkan opsi trading dan likuiditas yang lebih canggih. Cetus bertujuan membangun jaringan likuiditas yang kuat dan fleksibel, meningkatkan pengalaman trading dan efisiensi likuiditas bagi pengguna DeFi.
Selengkapnya di halaman CETUS →Solayer adalah blockchain pertama yang menggunakan chip perangkat keras khusus untuk mencapai lebih dari 1 juta transaksi per detik dan kecepatan jaringan ultra-cepat. Arsitektur InfiniSVM menggunakan teknologi canggih seperti SDN, RDMA, dan InfiniBand untuk meningkatkan kinerja dan mengurangi latensi. Ini memungkinkan aplikasi blockchain hampir instan dengan skala besar.
Selengkapnya di halaman LAYER →