Perbedaan Cetus Protocol dan Hashflow: Cetus Protocol diperdagangkan di Rp324,1 (kapitalisasi pasar Rp309,4M, volume 24 jam Rp31,88M), sedangkan Hashflow diperdagangkan di Rp155,55 (kapitalisasi pasar Rp131,9M, volume 24 jam Rp47,5M). Perbedaan utamanya: Cetus Protocol jauh lebih besar — sekitar 2,3× kapitalisasi pasar Hashflow, dan suplai Cetus Protocol dibatasi (956,5M / 1B CETUS (96%)), sedangkan Hashflow terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Cetus Protocol selama 30 Hari dan Hashflow selama 35 Hari.
| CETUS | HFT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp309,4M | Rp131,9M |
Volume (24h) | Rp31,88M | Rp47,5M |
Suplai yang Beredar | 956,5M / 1B CETUS (96%) | 849M HFT |
Typical Hold Time | 30 Hari | 35 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Cetus Protocol, sebuah protokol pertukaran dan likuiditas terdesentralisasi, beroperasi di blockchain Sui dan Aptos. Protokol ini memanfaatkan paradigma Concentrated Liquidity Market Makers (CLMM), mengintegrasikan elemen dari Uniswap V3 dan Trader Joe untuk menawarkan opsi trading dan likuiditas yang lebih canggih. Cetus bertujuan membangun jaringan likuiditas yang kuat dan fleksibel, meningkatkan pengalaman trading dan efisiensi likuiditas bagi pengguna DeFi.
Selengkapnya di halaman CETUS →Hashflow adalah decentralized exchange (DEX) multichain yang memungkinkan pengguna untuk trading aset digital di blockchain terkemuka termasuk Ethereum, Arbitrum, Avalanche, BNB Chain, Optimism, dan Polygon hanya dalam hitungan detik. Hashflow memanfaatkan model request for quote (RFQ) untuk memberikan jaminan penawaran harga langsung dari professional market maker (PMM) kepada para trader. Sejak diluncurkan pada April 2021, Hashflow telah memfasilitasi total volume trading lebih dari $18 miliar, menjadikannya 10 DEX teratas.
Selengkapnya di halaman HFT →