Perbedaan Cetus Protocol dan Haedal Protocol: Cetus Protocol diperdagangkan di Rp348,61 (kapitalisasi pasar Rp335,11M, volume 24 jam Rp36,38M), sedangkan Haedal Protocol diperdagangkan di Rp286,42 (kapitalisasi pasar Rp138,54M, volume 24 jam Rp23,59M). Perbedaan utamanya: Cetus Protocol jauh lebih besar — sekitar 2,4× kapitalisasi pasar Haedal Protocol, dan suplai beredar Cetus Protocol 960,9M / 1B CETUS (97%) dibanding 483,3M / 1B HAEDAL (49%) milik Haedal Protocol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Cetus Protocol selama 31 Hari dan Haedal Protocol selama 15 Hari.
| CETUS | HAEDAL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp335,11M | Rp138,54M |
Volume (24h) | Rp36,38M | Rp23,59M |
Suplai yang Beredar | 960,9M / 1B CETUS (97%) | 483,3M / 1B HAEDAL (49%) |
Typical Hold Time | 31 Hari | 15 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Cetus Protocol, sebuah protokol pertukaran dan likuiditas terdesentralisasi, beroperasi di blockchain Sui dan Aptos. Protokol ini memanfaatkan paradigma Concentrated Liquidity Market Makers (CLMM), mengintegrasikan elemen dari Uniswap V3 dan Trader Joe untuk menawarkan opsi trading dan likuiditas yang lebih canggih. Cetus bertujuan membangun jaringan likuiditas yang kuat dan fleksibel, meningkatkan pengalaman trading dan efisiensi likuiditas bagi pengguna DeFi.
Selengkapnya di halaman CETUS →Haedal adalah protokol liquid staking terkemuka yang dibangun secara native di jaringan Sui. Protokol ini menyediakan infrastruktur yang kuat, memungkinkan pengguna untuk melakukan staking token SUI dan Walrus ke validator guna memperoleh imbal hasil konsensus secara berkelanjutan, sekaligus membuka likuiditas LST yang dapat dimanfaatkan di berbagai ekosistem DeFi. Haedal bertujuan menjadi tempat utama bagi pengguna untuk staking dan mendapatkan imbal hasil di ekosistem Sui.
Selengkapnya di halaman HAEDAL →