Perbedaan Cetus Protocol dan Drift: Cetus Protocol diperdagangkan di Rp323,02 (kapitalisasi pasar Rp308,06M, volume 24 jam Rp30,25M), sedangkan Drift diperdagangkan di Rp251,04 (kapitalisasi pasar Rp153,4M, volume 24 jam Rp54,74M). Perbedaan utamanya: Cetus Protocol jauh lebih besar — sekitar 2× kapitalisasi pasar Drift, dan suplai Cetus Protocol dibatasi (956,5M / 1B CETUS (96%)), sedangkan Drift terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Cetus Protocol selama 30 Hari dan Drift selama 11 Hari.
| CETUS | DRIFT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp308,06M | Rp153,4M |
Volume (24h) | Rp30,25M | Rp54,74M |
Suplai yang Beredar | 956,5M / 1B CETUS (96%) | 611,5M DRIFT |
Typical Hold Time | 30 Hari | 11 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Cetus Protocol, sebuah protokol pertukaran dan likuiditas terdesentralisasi, beroperasi di blockchain Sui dan Aptos. Protokol ini memanfaatkan paradigma Concentrated Liquidity Market Makers (CLMM), mengintegrasikan elemen dari Uniswap V3 dan Trader Joe untuk menawarkan opsi trading dan likuiditas yang lebih canggih. Cetus bertujuan membangun jaringan likuiditas yang kuat dan fleksibel, meningkatkan pengalaman trading dan efisiensi likuiditas bagi pengguna DeFi.
Selengkapnya di halaman CETUS →Drift adalah decentralized exchange (DEX) sepenuhnya on-chain untuk trading perpetual dan spot, dibangun di atas blockchain Solana. Platform ini memberikan kesempatan bagi para trader untuk memperdagangkan pasar pra-peluncuran maupun token yang sudah diluncurkan, dengan leverage hingga 10x. Selain stablecoin, para trader juga dapat menggunakan berbagai aset sebagai jaminan, meningkatkan efisiensi modal.
Selengkapnya di halaman DRIFT →