Perbedaan Cetus Protocol dan DIA: Cetus Protocol diperdagangkan di Rp323,08 (kapitalisasi pasar Rp308,06M, volume 24 jam Rp30,25M), sedangkan DIA diperdagangkan di Rp1.850 (kapitalisasi pasar Rp220,25M, volume 24 jam Rp21,45M). Perbedaan utamanya: Cetus Protocol lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Cetus Protocol 956,5M / 1B CETUS (96%) dibanding 119,7M / 200M DIA (60%) milik DIA. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Cetus Protocol selama 30 Hari dan DIA selama 25 Hari.
| CETUS | DIA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp308,06M | Rp220,25M |
Volume (24h) | Rp30,25M | Rp21,45M |
Suplai yang Beredar | 956,5M / 1B CETUS (96%) | 119,7M / 200M DIA (60%) |
Typical Hold Time | 30 Hari | 25 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Cetus Protocol, sebuah protokol pertukaran dan likuiditas terdesentralisasi, beroperasi di blockchain Sui dan Aptos. Protokol ini memanfaatkan paradigma Concentrated Liquidity Market Makers (CLMM), mengintegrasikan elemen dari Uniswap V3 dan Trader Joe untuk menawarkan opsi trading dan likuiditas yang lebih canggih. Cetus bertujuan membangun jaringan likuiditas yang kuat dan fleksibel, meningkatkan pengalaman trading dan efisiensi likuiditas bagi pengguna DeFi.
Selengkapnya di halaman CETUS →DIA (Decentralised Information Asset) adalah platform oracle open-source yang memungkinkan pelaku pasar untuk mencari, menyediakan, dan berbagi data yang dapat dipercaya. DIA bertujuan menjadi ekosistem data keuangan terbuka dalam ekosistem smart contract keuangan, yang menghubungkan analis data, penyedia data, dan pengguna data. Secara umum, DIA menyediakan jembatan yang andal dan dapat diverifikasi antara data off-chain dari berbagai sumber dan smart contract on-chain, yang dapat digunakan untuk membangun berbagai DApp keuangan.
Selengkapnya di halaman DIA →