Perbedaan Cetus Protocol dan Shentu: Cetus Protocol diperdagangkan di Rp324,32 (kapitalisasi pasar Rp309,4M, volume 24 jam Rp31,88M), sedangkan Shentu diperdagangkan di Rp1.837 (kapitalisasi pasar Rp295,46M, volume 24 jam Rp12,55M). Perbedaan utamanya: Cetus Protocol dan Shentu berukuran mirip dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai Cetus Protocol dibatasi (956,5M / 1B CETUS (96%)), sedangkan Shentu terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Cetus Protocol selama 30 Hari dan Shentu selama 43 Hari.
| CETUS | CTK | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp309,4M | Rp295,46M |
Volume (24h) | Rp31,88M | Rp12,55M |
Suplai yang Beredar | 956,5M / 1B CETUS (96%) | 161,4M CTK |
Typical Hold Time | 30 Hari | 43 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Cetus Protocol, sebuah protokol pertukaran dan likuiditas terdesentralisasi, beroperasi di blockchain Sui dan Aptos. Protokol ini memanfaatkan paradigma Concentrated Liquidity Market Makers (CLMM), mengintegrasikan elemen dari Uniswap V3 dan Trader Joe untuk menawarkan opsi trading dan likuiditas yang lebih canggih. Cetus bertujuan membangun jaringan likuiditas yang kuat dan fleksibel, meningkatkan pengalaman trading dan efisiensi likuiditas bagi pengguna DeFi.
Selengkapnya di halaman CETUS →Shentu Chain, sebuah blockchain berbasis delegated proof-of-stake yang menempatkan keamanan sebagai prioritas utama, untuk eksekusi yang dapat dipercaya dari aplikasi dan alat yang penting, termasuk DeFi, NFT, dan kendaraan tanpa pengemudi. Shentu Chain memprioritaskan kompatibilitas cross-chain, yang dibangun sebagai Cosmos Hub dengan kompatibilitas penuh EVM dan Hyperledger Burrow, serta kompatibilitas dengan eWASM dan AntChain milik Ant Financial.
Selengkapnya di halaman CTK →