Perbedaan Celer Network dan LayerZero: Celer Network diperdagangkan di Rp32,3 (kapitalisasi pasar Rp252,2M, volume 24 jam Rp37,56M), sedangkan LayerZero diperdagangkan di Rp15.521 (kapitalisasi pasar Rp5,47T, volume 24 jam Rp258,4M). Perbedaan utamanya: LayerZero jauh lebih besar — sekitar 21,7× kapitalisasi pasar Celer Network, dan suplai beredar Celer Network 7,8B / 10B CELR (79%) dibanding 353,7M / 1B ZRO (36%) milik LayerZero. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Celer Network selama 53 Hari dan LayerZero selama 13 Hari.
| CELR | ZRO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp252,2M | Rp5,47T |
Volume (24h) | Rp37,56M | Rp258,4M |
Suplai yang Beredar | 7,8B / 10B CELR (79%) | 353,7M / 1B ZRO (36%) |
Typical Hold Time | 53 Hari | 13 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Celer adalah protokol blockchain interoperability yang memungkinkan akses token, DeFi, GameFi, NFT, tata kelola, dan bermacam chain lainnya dalam sekali klik. Para pengembang kini dapat membangun dApps inter-chain-native dengan pemanfaatan likuiditas yang efisien, logik aplikasi yang koheren, dan status yang terbagi. Celer menggunakan kontrak pintar yang dirangkai di setiap chain yang terhubung dengan State Guardian Network untuk mendapatkan multi-blockchain interoperability tanpa hambatan.
Selengkapnya di halaman CELR →LayerZero adalah protokol interoperabilitas blockchain yang menghubungkan berbagai blockchain untuk mendukung pengembangan aplikasi dan token omnichain. LayerZero menggunakan endpoint on-chain yang tidak dapat diubah dan Security Stack, memastikan pesan yang aman dan bebas sensor di berbagai jaringan blockchain.
Selengkapnya di halaman ZRO →