Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir
Perbedaan Celer Network dan Raydium: Celer Network diperdagangkan di Rp32,54 (kapitalisasi pasar Rp254,67M, volume 24 jam Rp37,14M), sedangkan Raydium diperdagangkan di Rp12.249 (kapitalisasi pasar Rp3,29T, volume 24 jam Rp168,2M). Perbedaan utamanya: Raydium jauh lebih besar — sekitar 12,9× kapitalisasi pasar Celer Network, dan suplai beredar Celer Network 7,8B / 10B CELR (79%) dibanding 269,3M / 555M RAY (49%) milik Raydium. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Celer Network selama 53 Hari dan Raydium selama 24 Hari.
| CELR | RAY | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp254,67M | Rp3,29T |
Volume (24h) | Rp37,14M | Rp168,2M |
Suplai yang Beredar | 7,8B / 10B CELR (79%) | 269,3M / 555M RAY (49%) |
Typical Hold Time | 53 Hari | 24 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
Celer Network (CELR) saat ini menunjukkan sinyal teknis bearish dengan harga Rp32,604, didorong oleh tekanan jual dari rata-rata bergerak. Meskipun RSI jangka pendek menunjukkan kondisi oversold, momentum jangka panjang masih lemah. Tidak ada update protokol atau perkembangan ekosistem yang signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
Outlook keseluruhan tetap hati-hati dengan risiko volatilitas tinggi. Peluang muncul dari level support kuat di Rp31, namun investor perlu waspada terhadap likuiditas terbatas dan sentimen pasar crypto yang masih rapuh.
RAY saat ini diperdagangkan pada Rp12.205 dengan sinyal teknis bullish dari moving averages, meskipun osilator netral. Token ini memiliki market cap Rp3,32T dengan supply beredar 49%. Berita positif termasuk pencapaian volume perdagangan lebih dari Rp1 kuadriliun dan listing di platform besar seperti Robinhood dan Revolut, menunjukkan adopsi yang meningkat. Harga saat ini berada di antara support S1 (Rp12.272) dan pivot point (Rp12.529), mengindikasikan konsolidasi jangka pendek.
Outlook keseluruhan positif dengan momentum teknis bullish dan ekspansi ekosistem melalui listing exchange utama. Peluang utama meliputi peningkatan likuiditas dan adopsi token di DeFi Solana. Risiko termasuk volatilitas crypto yang tinggi dan tekanan regulasi yang dapat mempengaruhi sentimen pasar. Investor harus memantau level support kunci untuk konfirmasi tren.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Celer adalah protokol blockchain interoperability yang memungkinkan akses token, DeFi, GameFi, NFT, tata kelola, dan bermacam chain lainnya dalam sekali klik. Para pengembang kini dapat membangun dApps inter-chain-native dengan pemanfaatan likuiditas yang efisien, logik aplikasi yang koheren, dan status yang terbagi. Celer menggunakan kontrak pintar yang dirangkai di setiap chain yang terhubung dengan State Guardian Network untuk mendapatkan multi-blockchain interoperability tanpa hambatan.
Selengkapnya di halaman CELR →Raydium (RAY) adalah automated market maker (AMM) dan penyedia likuiditas yang dibangun di atas blockchain Solana untuk decentralized exchane (DEX). Tidak seperti AMM lainnya, Raydium menyediakan likuiditas on-chain ke limit order book pusat yang berarti bahwa dana yang disimpan ke Raydium diubah menjadi limit order yang ada di Serum orderbook.
Selengkapnya di halaman RAY →