Perbedaan Celer Network dan Terra: Celer Network diperdagangkan di Rp32,57 (kapitalisasi pasar Rp254,67M, volume 24 jam Rp37,14M), sedangkan Terra diperdagangkan di Rp849,86 (kapitalisasi pasar Rp603,87M, volume 24 jam Rp71,87M). Perbedaan utamanya: Terra jauh lebih besar — sekitar 2,4× kapitalisasi pasar Celer Network, dan suplai Celer Network dibatasi (7,8B / 10B CELR (79%)), sedangkan Terra terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Celer Network selama 53 Hari dan Terra selama 80 Hari.
| CELR | LUNA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp254,67M | Rp603,87M |
Volume (24h) | Rp37,14M | Rp71,87M |
Suplai yang Beredar | 7,8B / 10B CELR (79%) | 710M LUNA |
Typical Hold Time | 53 Hari | 80 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Celer adalah protokol blockchain interoperability yang memungkinkan akses token, DeFi, GameFi, NFT, tata kelola, dan bermacam chain lainnya dalam sekali klik. Para pengembang kini dapat membangun dApps inter-chain-native dengan pemanfaatan likuiditas yang efisien, logik aplikasi yang koheren, dan status yang terbagi. Celer menggunakan kontrak pintar yang dirangkai di setiap chain yang terhubung dengan State Guardian Network untuk mendapatkan multi-blockchain interoperability tanpa hambatan.
Selengkapnya di halaman CELR →Protokol Terra 2.0 adalah protokol blockchain publik yang terdesentralisasi dan open-source. Luna adalah token staking asli protokol Terra yang digunakan untuk tata kelola dan penambangan. Jaringan Terra 2.0 tidak akan memiliki stablecoin, dan pemegang jaringan Terra Classic lama akan mendapatkan koin asli Luna yang baru. Dalam rencananya, pengembang ekosistem Terra akan bermigrasi dan menyebarkan dapps mereka di blockchain baru.
Selengkapnya di halaman LUNA →