Perbedaan Celer Network dan Hive: Celer Network diperdagangkan di Rp32,3 (kapitalisasi pasar Rp252,2M, volume 24 jam Rp37,56M), sedangkan Hive diperdagangkan di Rp875,37 (kapitalisasi pasar Rp493,14M, volume 24 jam Rp27,39M). Perbedaan utamanya: Hive lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai Celer Network dibatasi (7,8B / 10B CELR (79%)), sedangkan Hive terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Celer Network selama 53 Hari dan Hive selama 41 Hari.
| CELR | HIVE | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp252,2M | Rp493,14M |
Volume (24h) | Rp37,56M | Rp27,39M |
Suplai yang Beredar | 7,8B / 10B CELR (79%) | 566,3M HIVE |
Typical Hold Time | 53 Hari | 41 Hari |
Celer adalah protokol blockchain interoperability yang memungkinkan akses token, DeFi, GameFi, NFT, tata kelola, dan bermacam chain lainnya dalam sekali klik. Para pengembang kini dapat membangun dApps inter-chain-native dengan pemanfaatan likuiditas yang efisien, logik aplikasi yang koheren, dan status yang terbagi. Celer menggunakan kontrak pintar yang dirangkai di setiap chain yang terhubung dengan State Guardian Network untuk mendapatkan multi-blockchain interoperability tanpa hambatan.
Selengkapnya di halaman CELR →HIVE adalah jaringan berbagi informasi terdesentralisasi dengan mendampingi keuangan berbasis blockchain yang dibangun di atas protokol Delegated Proof of Stake (DPoS). Hive dikembangkan untuk menyimpan konten dalam jumlah besar dan membuatnya tersedia untuk monetisasi dalam berbagai waktu. Contoh penggunaan termasuk media sosial dengan imbalan uang untuk produsen konten, permainan interaktif, manajemen identitas, sistem polling, dan pinjaman mikro.
Selengkapnya di halaman HIVE →