Perbedaan Celer Network dan Haedal Protocol: Celer Network diperdagangkan di Rp33,96 (kapitalisasi pasar Rp265,1M, volume 24 jam Rp27,89M), sedangkan Haedal Protocol diperdagangkan di Rp286,64 (kapitalisasi pasar Rp138,4M, volume 24 jam Rp24,07M). Perbedaan utamanya: Celer Network lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Celer Network 7,8B / 10B CELR (79%) dibanding 483,3M / 1B HAEDAL (49%) milik Haedal Protocol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Celer Network selama 54 Hari dan Haedal Protocol selama 15 Hari.
| CELR | HAEDAL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp265,1M | Rp138,4M |
Volume (24h) | Rp27,89M | Rp24,07M |
Suplai yang Beredar | 7,8B / 10B CELR (79%) | 483,3M / 1B HAEDAL (49%) |
Typical Hold Time | 54 Hari | 15 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Celer adalah protokol blockchain interoperability yang memungkinkan akses token, DeFi, GameFi, NFT, tata kelola, dan bermacam chain lainnya dalam sekali klik. Para pengembang kini dapat membangun dApps inter-chain-native dengan pemanfaatan likuiditas yang efisien, logik aplikasi yang koheren, dan status yang terbagi. Celer menggunakan kontrak pintar yang dirangkai di setiap chain yang terhubung dengan State Guardian Network untuk mendapatkan multi-blockchain interoperability tanpa hambatan.
Selengkapnya di halaman CELR →Haedal adalah protokol liquid staking terkemuka yang dibangun secara native di jaringan Sui. Protokol ini menyediakan infrastruktur yang kuat, memungkinkan pengguna untuk melakukan staking token SUI dan Walrus ke validator guna memperoleh imbal hasil konsensus secara berkelanjutan, sekaligus membuka likuiditas LST yang dapat dimanfaatkan di berbagai ekosistem DeFi. Haedal bertujuan menjadi tempat utama bagi pengguna untuk staking dan mendapatkan imbal hasil di ekosistem Sui.
Selengkapnya di halaman HAEDAL →