Perbedaan Celer Network dan Gitcoin: Celer Network diperdagangkan di Rp32,37 (kapitalisasi pasar Rp251,88M, volume 24 jam Rp37,67M), sedangkan Gitcoin diperdagangkan di Rp1.230 (kapitalisasi pasar Rp107,87M, volume 24 jam Rp61,64M). Perbedaan utamanya: Celer Network jauh lebih besar — sekitar 2,3× kapitalisasi pasar Gitcoin, dan suplai Celer Network dibatasi (7,8B / 10B CELR (79%)), sedangkan Gitcoin terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Celer Network selama 53 Hari dan Gitcoin selama 23 Hari.
| CELR | GTC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp251,88M | Rp107,87M |
Volume (24h) | Rp37,67M | Rp61,64M |
Suplai yang Beredar | 7,8B / 10B CELR (79%) | 87,5M GTC |
Typical Hold Time | 53 Hari | 23 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Celer adalah protokol blockchain interoperability yang memungkinkan akses token, DeFi, GameFi, NFT, tata kelola, dan bermacam chain lainnya dalam sekali klik. Para pengembang kini dapat membangun dApps inter-chain-native dengan pemanfaatan likuiditas yang efisien, logik aplikasi yang koheren, dan status yang terbagi. Celer menggunakan kontrak pintar yang dirangkai di setiap chain yang terhubung dengan State Guardian Network untuk mendapatkan multi-blockchain interoperability tanpa hambatan.
Selengkapnya di halaman CELR →Gitcoin mengembangkan berbagai alat yang membantu komunitas mendanai, membangun, dan melindungi berbagai proyek penting. Program Hibah Gitcoin telah mendistribusikan lebih dari $54 juta kepada para pembangun tahap awal yang mendukung barang publik dalam DeFi, iklim, sumber terbuka, dan banyak lagi. Produk-produk utamanya meliputi Gitcoin Grants Stack (platform manajemen hibah), Allo Protocol (sistem pendanaan sumber terbuka), dan Gitcoin Passport (alat identitas terdesentralisasi). GTC, token tata kelola Gitcoin yang diluncurkan pada Mei 2021, digunakan untuk membuat dan mendanai DAO yang mengawasi Gitcoin.
Selengkapnya di halaman GTC →