Perbedaan Celer Network dan Fuel: Celer Network diperdagangkan di Rp32,34 (kapitalisasi pasar Rp252,2M, volume 24 jam Rp37,56M), sedangkan Fuel diperdagangkan di Rp12,61 (kapitalisasi pasar Rp107,84M, volume 24 jam Rp18,07M). Perbedaan utamanya: Celer Network jauh lebih besar — sekitar 2,3× kapitalisasi pasar Fuel, dan suplai Celer Network dibatasi (7,8B / 10B CELR (79%)), sedangkan Fuel terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Celer Network selama 53 Hari dan Fuel selama 17 Hari.
| CELR | FUEL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp252,2M | Rp107,84M |
Volume (24h) | Rp37,56M | Rp18,07M |
Suplai yang Beredar | 7,8B / 10B CELR (79%) | 8,6B FUEL |
Typical Hold Time | 53 Hari | 17 Hari |
Celer adalah protokol blockchain interoperability yang memungkinkan akses token, DeFi, GameFi, NFT, tata kelola, dan bermacam chain lainnya dalam sekali klik. Para pengembang kini dapat membangun dApps inter-chain-native dengan pemanfaatan likuiditas yang efisien, logik aplikasi yang koheren, dan status yang terbagi. Celer menggunakan kontrak pintar yang dirangkai di setiap chain yang terhubung dengan State Guardian Network untuk mendapatkan multi-blockchain interoperability tanpa hambatan.
Selengkapnya di halaman CELR →Fuel meningkatkan Ethereum dengan fitur seperti eksekusi transaksi paralel dan abstraksi akun bawaan. Fuel Ignition adalah rollup Optimistic tercepat, mampu menangani lebih dari 600 transaksi per detik dengan biaya di bawah $0,0002 per transaksi, dan memiliki total nilai terkunci lebih dari $400 juta. Platform ini menggunakan FuelVM, Sway, dan Forc untuk memberdayakan pengembang dan membentuk ulang ekosistem rollup.
Selengkapnya di halaman FUEL →