Perbedaan Celo dan Zilliqa: Celo diperdagangkan di Rp1.317 (kapitalisasi pasar Rp794,66M, volume 24 jam Rp115,69M), sedangkan Zilliqa diperdagangkan di Rp53,7 (kapitalisasi pasar Rp1,08T, volume 24 jam Rp37,91M). Perbedaan utamanya: Zilliqa lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Celo 603,8M / 1B CELO (61%) dibanding 20,1B / 21B ZIL (96%) milik Zilliqa. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Celo selama 83 Hari dan Zilliqa selama 128 Hari.
| CELO | ZIL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp794,66M | Rp1,08T |
Volume (24h) | Rp115,69M | Rp37,91M |
Suplai yang Beredar | 603,8M / 1B CELO (61%) | 20,1B / 21B ZIL (96%) |
Typical Hold Time | 83 Hari | 128 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Celo adalah ekosistem blockchain yang berfokus pada peningkatan adopsi cryptocurrency di antara pengguna smartphone. Dengan menggunakan nomor telepon sebagai kunci publik, Celo berharap dapat memperkenalkan miliaran pemilik smartphone di dunia, termasuk mereka yang tidak memiliki akses perbankan, untuk bertransaksi dalam mata uang kripto. Sementara, CELO adalah token bukti kepemilikan (PoS) yang digunakan untuk biaya transaksi, partisipasi tata kelola, dan aktivitas terkait.
Selengkapnya di halaman CELO →Zilliqa (ZIL) adalah blockchain publik yang dirancang dengan kemampuan untuk menyelesaikan ribuan transaksi per detik. Proyek ini berusaha untuk memecahkan masalah skalabilitas dan kecepatan blockchain dengan menggunakan sharding sebagai solusi scaling skala lapisan kedua. Platform ini adalah rumah bagi banyak aplikasi terdesentralisasi, dan pada Oktober 2020, platform ini juga memungkinkan adanya staking dan yield farming.
Selengkapnya di halaman ZIL →