Perbedaan Celo dan Yield Basis: Celo diperdagangkan di Rp1.300 (kapitalisasi pasar Rp787,94M, volume 24 jam Rp114,04M), sedangkan Yield Basis diperdagangkan di Rp1.324 (kapitalisasi pasar Rp174,73M, volume 24 jam Rp75,31M). Perbedaan utamanya: Celo jauh lebih besar — sekitar 4,5× kapitalisasi pasar Yield Basis, dan suplai beredar Celo 603,8M / 1B CELO (61%) dibanding 132,3M / 1B YB (14%) milik Yield Basis. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Celo selama 83 Hari dan Yield Basis selama 5 Hari.
| CELO | YB | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp787,94M | Rp174,73M |
Volume (24h) | Rp114,04M | Rp75,31M |
Suplai yang Beredar | 603,8M / 1B CELO (61%) | 132,3M / 1B YB (14%) |
Typical Hold Time | 83 Hari | 5 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Celo adalah ekosistem blockchain yang berfokus pada peningkatan adopsi cryptocurrency di antara pengguna smartphone. Dengan menggunakan nomor telepon sebagai kunci publik, Celo berharap dapat memperkenalkan miliaran pemilik smartphone di dunia, termasuk mereka yang tidak memiliki akses perbankan, untuk bertransaksi dalam mata uang kripto. Sementara, CELO adalah token bukti kepemilikan (PoS) yang digunakan untuk biaya transaksi, partisipasi tata kelola, dan aktivitas terkait.
Selengkapnya di halaman CELO →YieldBasis adalah protokol DeFi yang dibangun di atas Curve Finance, memungkinkan pengguna memperoleh yield pada aset seperti Bitcoin dengan meminimalkan impermanent loss. Protokol ini menggunakan mekanisme leverage majemuk tetap 2× agar posisi LP mengikuti harga aset dasar secara 1:1. Token YB mendukung governance melalui model vote-escrowed (veYB) serta memungkinkan pemegangnya berbagi pendapatan protokol.
Selengkapnya di halaman YB →