Perbedaan Celo dan Theta Fuel: Celo diperdagangkan di Rp1.298 (kapitalisasi pasar Rp782,67M, volume 24 jam Rp118,05M), sedangkan Theta Fuel diperdagangkan di Rp139,27 (kapitalisasi pasar Rp1,03T, volume 24 jam Rp27,48M). Perbedaan utamanya: Theta Fuel lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai Celo dibatasi (603,8M / 1B CELO (61%)), sedangkan Theta Fuel terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Celo selama 83 Hari dan Theta Fuel selama 46 Hari.
| CELO | TFUEL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp782,67M | Rp1,03T |
Volume (24h) | Rp118,05M | Rp27,48M |
Suplai yang Beredar | 603,8M / 1B CELO (61%) | 7,4B TFUEL |
Typical Hold Time | 83 Hari | 46 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Celo adalah ekosistem blockchain yang berfokus pada peningkatan adopsi cryptocurrency di antara pengguna smartphone. Dengan menggunakan nomor telepon sebagai kunci publik, Celo berharap dapat memperkenalkan miliaran pemilik smartphone di dunia, termasuk mereka yang tidak memiliki akses perbankan, untuk bertransaksi dalam mata uang kripto. Sementara, CELO adalah token bukti kepemilikan (PoS) yang digunakan untuk biaya transaksi, partisipasi tata kelola, dan aktivitas terkait.
Selengkapnya di halaman CELO →Theta Fuel (TFUEL) adalah salah satu dari dua token asli di blockchain Theta. TFUEL adalah token kedua di blockchain Theta yang berfungsi sebagai token utilitas dalam pengiriman video dan data terdesentralisasi, juga merupakan token gas. Ini digunakan untuk menggerakkan semua operasi di blockchain Theta, seperti pembayaran ke relai untuk berbagi aliran video, untuk menyebarkan dan berinteraksi dengan kontrak pintar, dan sebagai biaya yang terkait dengan transaksi NTF dan aplikasi DeFi.
Selengkapnya di halaman TFUEL →