Perbedaan Celo dan Bittensor: Celo diperdagangkan di Rp1.082 (kapitalisasi pasar Rp655,33M, volume 24 jam Rp24,45M), sedangkan Bittensor diperdagangkan di Rp3.622.933 (kapitalisasi pasar Rp40,77T, volume 24 jam Rp1,81T). Perbedaan utamanya: Bittensor jauh lebih besar — sekitar 62,2× kapitalisasi pasar Celo, dan suplai beredar Celo 605,3M / 1B CELO (61%) dibanding 11,2M / 21M TAO (54%) milik Bittensor. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Celo selama 84 Hari dan Bittensor selama 43 Hari.
| CELO | TAO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp655,33M | Rp40,77T |
Volume (24h) | Rp24,45M | Rp1,81T |
Suplai yang Beredar | 605,3M / 1B CELO (61%) | 11,2M / 21M TAO (54%) |
Typical Hold Time | 84 Hari | 43 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Celo adalah ekosistem blockchain yang berfokus pada peningkatan adopsi cryptocurrency di antara pengguna smartphone. Dengan menggunakan nomor telepon sebagai kunci publik, Celo berharap dapat memperkenalkan miliaran pemilik smartphone di dunia, termasuk mereka yang tidak memiliki akses perbankan, untuk bertransaksi dalam mata uang kripto. Sementara, CELO adalah token bukti kepemilikan (PoS) yang digunakan untuk biaya transaksi, partisipasi tata kelola, dan aktivitas terkait.
Selengkapnya di halaman CELO →Bittensor adalah protokol open-source yang menggerakkan jaringan machine learning terdesentralisasi berbasis blockchain. Model machine learning dilatih secara kolaboratif dan diberi reward dalam TAO sesuai dengan nilai informasi yang mereka tawarkan secara kolektif. TAO juga memberikan akses eksternal, memungkinkan pengguna untuk mengekstrak informasi dari jaringan sambil menyesuaikan aktivitasnya sesuai kebutuhan mereka.
Selengkapnya di halaman TAO →