Perbedaan Celo dan Bittensor: Celo diperdagangkan di Rp1.296 (kapitalisasi pasar Rp782,67M, volume 24 jam Rp118,05M), sedangkan Bittensor diperdagangkan di Rp3.719.580 (kapitalisasi pasar Rp41,35T, volume 24 jam Rp4,3T). Perbedaan utamanya: Bittensor jauh lebih besar — sekitar 52,8× kapitalisasi pasar Celo, dan suplai beredar Celo 603,8M / 1B CELO (61%) dibanding 11,1M / 21M TAO (53%) milik Bittensor. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Celo selama 83 Hari dan Bittensor selama 42 Hari.
| CELO | TAO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp782,67M | Rp41,35T |
Volume (24h) | Rp118,05M | Rp4,3T |
Suplai yang Beredar | 603,8M / 1B CELO (61%) | 11,1M / 21M TAO (53%) |
Typical Hold Time | 83 Hari | 42 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Celo adalah ekosistem blockchain yang berfokus pada peningkatan adopsi cryptocurrency di antara pengguna smartphone. Dengan menggunakan nomor telepon sebagai kunci publik, Celo berharap dapat memperkenalkan miliaran pemilik smartphone di dunia, termasuk mereka yang tidak memiliki akses perbankan, untuk bertransaksi dalam mata uang kripto. Sementara, CELO adalah token bukti kepemilikan (PoS) yang digunakan untuk biaya transaksi, partisipasi tata kelola, dan aktivitas terkait.
Selengkapnya di halaman CELO →Bittensor adalah protokol open-source yang menggerakkan jaringan machine learning terdesentralisasi berbasis blockchain. Model machine learning dilatih secara kolaboratif dan diberi reward dalam TAO sesuai dengan nilai informasi yang mereka tawarkan secara kolektif. TAO juga memberikan akses eksternal, memungkinkan pengguna untuk mengekstrak informasi dari jaringan sambil menyesuaikan aktivitasnya sesuai kebutuhan mereka.
Selengkapnya di halaman TAO →