Perbedaan Celo dan Swell Network: Celo diperdagangkan di Rp1.080 (kapitalisasi pasar Rp653,88M, volume 24 jam Rp24,28M), sedangkan Swell Network diperdagangkan di Rp11,09 (kapitalisasi pasar Rp57,58M, volume 24 jam Rp24,86M). Perbedaan utamanya: Celo jauh lebih besar — sekitar 11,4× kapitalisasi pasar Swell Network, dan suplai beredar Celo 605,3M / 1B CELO (61%) dibanding 5,2B / 10B SWELL (52%) milik Swell Network. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Celo selama 84 Hari dan Swell Network selama 22 Hari.
| CELO | SWELL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp653,88M | Rp57,58M |
Volume (24h) | Rp24,28M | Rp24,86M |
Suplai yang Beredar | 605,3M / 1B CELO (61%) | 5,2B / 10B SWELL (52%) |
Typical Hold Time | 84 Hari | 22 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Celo adalah ekosistem blockchain yang berfokus pada peningkatan adopsi cryptocurrency di antara pengguna smartphone. Dengan menggunakan nomor telepon sebagai kunci publik, Celo berharap dapat memperkenalkan miliaran pemilik smartphone di dunia, termasuk mereka yang tidak memiliki akses perbankan, untuk bertransaksi dalam mata uang kripto. Sementara, CELO adalah token bukti kepemilikan (PoS) yang digunakan untuk biaya transaksi, partisipasi tata kelola, dan aktivitas terkait.
Selengkapnya di halaman CELO →Swell Network adalah protokol liquid staking terdesentralisasi dan non-kustodian untuk Ethereum. Protokol ini mempermudah akses ke peluang DeFi sambil menjaga prinsip desentralisasi dan kebebasan dari sensor.
Selengkapnya di halaman SWELL →