Perbedaan Celo dan Slash Vision Labs: Celo diperdagangkan di Rp1.303 (kapitalisasi pasar Rp787,94M, volume 24 jam Rp114,04M), sedangkan Slash Vision Labs diperdagangkan di Rp174,3 (kapitalisasi pasar --, volume 24 jam Rp1,46M). Perbedaan utamanya: suplai Celo dibatasi (603,8M / 1B CELO (61%)), sedangkan Slash Vision Labs terus bertambah, dan Celo lebih aktif diperdagangkan (Rp114,04M vs Rp1,46M). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Celo selama 83 Hari dan Slash Vision Labs selama 10 Hari.
| CELO | SVL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp787,94M | -- |
Volume (24h) | Rp114,04M | Rp1,46M |
Suplai yang Beredar | 603,8M / 1B CELO (61%) | -- |
Typical Hold Time | 83 Hari | 10 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Celo adalah ekosistem blockchain yang berfokus pada peningkatan adopsi cryptocurrency di antara pengguna smartphone. Dengan menggunakan nomor telepon sebagai kunci publik, Celo berharap dapat memperkenalkan miliaran pemilik smartphone di dunia, termasuk mereka yang tidak memiliki akses perbankan, untuk bertransaksi dalam mata uang kripto. Sementara, CELO adalah token bukti kepemilikan (PoS) yang digunakan untuk biaya transaksi, partisipasi tata kelola, dan aktivitas terkait.
Selengkapnya di halaman CELO →Slash Vision Labs adalah platform pembayaran cryptocurrency yang dirancang untuk mempermudah penggunaan aset digital dalam transaksi sehari-hari. Sebagai pencipta kartu kredit berbasis crypto pertama yang sesuai regulasi di Jepang, Slash Vision Labs menjembatani keuangan tradisional dengan mata uang digital. Slash Card, bersama dengan token SVL, menjadi pintu masuk bagi pengguna baru di Jepang yang ingin menjelajahi dunia crypto. Dengan menghadirkan solusi pembayaran yang aman dan self-custodial, Slash Vision Labs memudahkan integrasi cryptocurrency ke dalam kehidupan sehari-hari.
Selengkapnya di halaman SVL →