Perbedaan Celo dan MyShell: Celo diperdagangkan di Rp1.104 (kapitalisasi pasar Rp669,16M, volume 24 jam Rp18,52M), sedangkan MyShell diperdagangkan di Rp355,4 (kapitalisasi pasar Rp144,15M, volume 24 jam Rp79,99M). Perbedaan utamanya: Celo jauh lebih besar — sekitar 4,6× kapitalisasi pasar MyShell, dan suplai beredar Celo 605,3M / 1B CELO (61%) dibanding 409,1M / 1B SHELL (41%) milik MyShell. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Celo selama 84 Hari dan MyShell selama 21 Hari.
| CELO | SHELL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp669,16M | Rp144,15M |
Volume (24h) | Rp18,52M | Rp79,99M |
Suplai yang Beredar | 605,3M / 1B CELO (61%) | 409,1M / 1B SHELL (41%) |
Typical Hold Time | 84 Hari | 21 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Celo adalah ekosistem blockchain yang berfokus pada peningkatan adopsi cryptocurrency di antara pengguna smartphone. Dengan menggunakan nomor telepon sebagai kunci publik, Celo berharap dapat memperkenalkan miliaran pemilik smartphone di dunia, termasuk mereka yang tidak memiliki akses perbankan, untuk bertransaksi dalam mata uang kripto. Sementara, CELO adalah token bukti kepemilikan (PoS) yang digunakan untuk biaya transaksi, partisipasi tata kelola, dan aktivitas terkait.
Selengkapnya di halaman CELO →MyShell adalah platform ramah pengguna yang memungkinkan siapa pun untuk membuat, membagikan, dan memiliki agen AI. Platform ini menghubungkan AI dan blockchain melalui kerangka kerja agen, model open-source, dan komunitas kreator AI. MyShell juga menawarkan hiburan dan utilitas berbasis AI, sambil memberikan kepemilikan bersama kepada penggunanya.
Selengkapnya di halaman SHELL →