Perbedaan Celo dan Scallop: Celo diperdagangkan di Rp1.303 (kapitalisasi pasar Rp787,94M, volume 24 jam Rp114,04M), sedangkan Scallop diperdagangkan di Rp151,75 (kapitalisasi pasar Rp24,6M, volume 24 jam Rp1,41M). Perbedaan utamanya: Celo jauh lebih besar — sekitar 32× kapitalisasi pasar Scallop, dan suplai beredar Celo 603,8M / 1B CELO (61%) dibanding 163M / 250M SCA (66%) milik Scallop. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Celo selama 83 Hari dan Scallop selama 13 Hari.
| CELO | SCA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp787,94M | Rp24,6M |
Volume (24h) | Rp114,04M | Rp1,41M |
Suplai yang Beredar | 603,8M / 1B CELO (61%) | 163M / 250M SCA (66%) |
Typical Hold Time | 83 Hari | 13 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Celo adalah ekosistem blockchain yang berfokus pada peningkatan adopsi cryptocurrency di antara pengguna smartphone. Dengan menggunakan nomor telepon sebagai kunci publik, Celo berharap dapat memperkenalkan miliaran pemilik smartphone di dunia, termasuk mereka yang tidak memiliki akses perbankan, untuk bertransaksi dalam mata uang kripto. Sementara, CELO adalah token bukti kepemilikan (PoS) yang digunakan untuk biaya transaksi, partisipasi tata kelola, dan aktivitas terkait.
Selengkapnya di halaman CELO →Scallop adalah protokol keuangan terdesentralisasi (DeFi) canggih yang dibangun di atas blockchain Sui. Protokol ini menawarkan berbagai layanan finansial, termasuk pinjaman, peminjaman, automated market making (AMM), dan manajemen aset. Dikembangkan oleh Scallop Labs dengan tim ahli di bidang DeFi, keamanan siber, dan fintech, Scallop didukung oleh investor ternama seperti CMS Holdings, 6th Man Ventures, KuCoin Labs, dan Mysten Labs. Selain itu, Scallop menjadi proyek DeFi pertama yang menerima hibah resmi dari Sui Foundation, menegaskan kualitas institusional dan fitur keamanannya yang kuat.
Selengkapnya di halaman SCA →