Perbedaan Celo dan Mantle: Celo diperdagangkan di Rp1.299 (kapitalisasi pasar Rp787,94M, volume 24 jam Rp114,04M), sedangkan Mantle diperdagangkan di Rp7.672 (kapitalisasi pasar Rp25,27T, volume 24 jam Rp489,08M). Perbedaan utamanya: Mantle jauh lebih besar — sekitar 32,1× kapitalisasi pasar Celo, dan suplai beredar Celo 603,8M / 1B CELO (61%) dibanding 3,3B / 6,2B MNT (54%) milik Mantle. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Celo selama 83 Hari dan Mantle selama 24 Hari.
| CELO | MNT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp787,94M | Rp25,27T |
Volume (24h) | Rp114,04M | Rp489,08M |
Suplai yang Beredar | 603,8M / 1B CELO (61%) | 3,3B / 6,2B MNT (54%) |
Typical Hold Time | 83 Hari | 24 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Celo adalah ekosistem blockchain yang berfokus pada peningkatan adopsi cryptocurrency di antara pengguna smartphone. Dengan menggunakan nomor telepon sebagai kunci publik, Celo berharap dapat memperkenalkan miliaran pemilik smartphone di dunia, termasuk mereka yang tidak memiliki akses perbankan, untuk bertransaksi dalam mata uang kripto. Sementara, CELO adalah token bukti kepemilikan (PoS) yang digunakan untuk biaya transaksi, partisipasi tata kelola, dan aktivitas terkait.
Selengkapnya di halaman CELO →Mantle adalah ekosistem on-chain yang fokus pada pengembangan keuangan dan skalabilitas blockchain, menjembatani keuangan tradisional (TradFi) dan keuangan terdesentralisasi (DeFi). Dengan produk seperti Mantle Network, mETH Protocol, Function (FBTC), dan Mantle Index Four (MI4), Mantle menawarkan platform terpadu untuk belanja, menabung, dan berinvestasi di era Web3. Token asli MNT digunakan untuk tata kelola, staking, dan inovasi dalam ekosistem.
Selengkapnya di halaman MNT →