Perbedaan Celo dan IOTA: Celo diperdagangkan di Rp1.297 (kapitalisasi pasar Rp782,67M, volume 24 jam Rp118,05M), sedangkan IOTA diperdagangkan di Rp667,5 (kapitalisasi pasar Rp3,02T, volume 24 jam Rp136,06M). Perbedaan utamanya: IOTA jauh lebih besar — sekitar 3,9× kapitalisasi pasar Celo, dan suplai Celo dibatasi (603,8M / 1B CELO (61%)), sedangkan IOTA terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Celo selama 83 Hari dan IOTA selama 48 Hari.
| CELO | MIOTA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp782,67M | Rp3,02T |
Volume (24h) | Rp118,05M | Rp136,06M |
Suplai yang Beredar | 603,8M / 1B CELO (61%) | 4,5B MIOTA |
Typical Hold Time | 83 Hari | 48 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Celo adalah ekosistem blockchain yang berfokus pada peningkatan adopsi cryptocurrency di antara pengguna smartphone. Dengan menggunakan nomor telepon sebagai kunci publik, Celo berharap dapat memperkenalkan miliaran pemilik smartphone di dunia, termasuk mereka yang tidak memiliki akses perbankan, untuk bertransaksi dalam mata uang kripto. Sementara, CELO adalah token bukti kepemilikan (PoS) yang digunakan untuk biaya transaksi, partisipasi tata kelola, dan aktivitas terkait.
Selengkapnya di halaman CELO →IOTA adalah ledger terdistribusi dengan sebuah perbedaan signifikan: ini bukanlah sebuah blockchain. Melainkan, teknologi tersendiri yang dikenal sebagai Tangle, sebuah sistem node untuk mengkonfirmasi transaksi. Yayasan yang mengelola platform ini mengatakan IOTA menawarkan kecepatan yang melebihi blockchain konvensional serta landasan ideal bagi ekosistem Internet of Things yang terus berkembang.
Selengkapnya di halaman MIOTA →