Perbedaan Celo dan IKA: Celo diperdagangkan di Rp1.291 (kapitalisasi pasar Rp782,67M, volume 24 jam Rp118,05M), sedangkan IKA diperdagangkan di Rp47,86 (kapitalisasi pasar Rp140,12M, volume 24 jam Rp15,99M). Perbedaan utamanya: Celo jauh lebih besar — sekitar 5,6× kapitalisasi pasar IKA, dan suplai Celo dibatasi (603,8M / 1B CELO (61%)), sedangkan IKA terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Celo selama 83 Hari dan IKA selama 2 Hari.
| CELO | IKA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp782,67M | Rp140,12M |
Volume (24h) | Rp118,05M | Rp15,99M |
Suplai yang Beredar | 603,8M / 1B CELO (61%) | 3B IKA |
Typical Hold Time | 83 Hari | 2 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Celo adalah ekosistem blockchain yang berfokus pada peningkatan adopsi cryptocurrency di antara pengguna smartphone. Dengan menggunakan nomor telepon sebagai kunci publik, Celo berharap dapat memperkenalkan miliaran pemilik smartphone di dunia, termasuk mereka yang tidak memiliki akses perbankan, untuk bertransaksi dalam mata uang kripto. Sementara, CELO adalah token bukti kepemilikan (PoS) yang digunakan untuk biaya transaksi, partisipasi tata kelola, dan aktivitas terkait.
Selengkapnya di halaman CELO →Ika adalah jaringan terdesentralisasi yang menghadirkan interoperabilitas lintas-chain secara aman melalui cryptography canggih. Platform ini memungkinkan smart contract mengelola aset di berbagai blockchain tanpa menggunakan bridge atau wrapped token. Dengan teknologi 2PC-MPC, Ika menyediakan kontrol aset berbasis zero-trust di jaringan seperti Bitcoin dan Ethereum. Primitive dWallet menghadirkan mekanisme tanda tangan terprogram yang menjamin persetujuan pengguna, serta dibangun di atas Sui untuk transaksi cepat dan skalabilitas tinggi.
Selengkapnya di halaman IKA →