Perbedaan Celo dan Hyperlane: Celo diperdagangkan di Rp1.310 (kapitalisasi pasar Rp787,94M, volume 24 jam Rp114,04M), sedangkan Hyperlane diperdagangkan di Rp1.220 (kapitalisasi pasar Rp410,73M, volume 24 jam Rp164,54M). Perbedaan utamanya: Celo lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Celo 603,8M / 1B CELO (61%) dibanding 338,2M / 1B HYPER (34%) milik Hyperlane. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Celo selama 83 Hari dan Hyperlane selama 30 Hari.
| CELO | HYPER | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp787,94M | Rp410,73M |
Volume (24h) | Rp114,04M | Rp164,54M |
Suplai yang Beredar | 603,8M / 1B CELO (61%) | 338,2M / 1B HYPER (34%) |
Typical Hold Time | 83 Hari | 30 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Celo adalah ekosistem blockchain yang berfokus pada peningkatan adopsi cryptocurrency di antara pengguna smartphone. Dengan menggunakan nomor telepon sebagai kunci publik, Celo berharap dapat memperkenalkan miliaran pemilik smartphone di dunia, termasuk mereka yang tidak memiliki akses perbankan, untuk bertransaksi dalam mata uang kripto. Sementara, CELO adalah token bukti kepemilikan (PoS) yang digunakan untuk biaya transaksi, partisipasi tata kelola, dan aktivitas terkait.
Selengkapnya di halaman CELO →Hyperlane adalah lapisan interoperabilitas inovatif yang dirancang untuk menghubungkan ekosistem blockchain modular, memungkinkan komunikasi lintas jaringan seperti Layer 1, rollup, dan app-chain secara mulus. Dengan pendekatan deployment tanpa izin (permissionless), Hyperlane memudahkan pengembang dalam menjembatani berbagai chain, sekaligus menawarkan model keamanan yang dapat disesuaikan sesuai kebutuhan aplikasi mereka.
Selengkapnya di halaman HYPER →