Perbedaan Celo dan Hashflow: Celo diperdagangkan di Rp1.297 (kapitalisasi pasar Rp787,94M, volume 24 jam Rp114,04M), sedangkan Hashflow diperdagangkan di Rp155,55 (kapitalisasi pasar Rp132,2M, volume 24 jam Rp46,1M). Perbedaan utamanya: Celo jauh lebih besar — sekitar 6× kapitalisasi pasar Hashflow, dan suplai Celo dibatasi (603,8M / 1B CELO (61%)), sedangkan Hashflow terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Celo selama 83 Hari dan Hashflow selama 35 Hari.
| CELO | HFT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp787,94M | Rp132,2M |
Volume (24h) | Rp114,04M | Rp46,1M |
Suplai yang Beredar | 603,8M / 1B CELO (61%) | 849M HFT |
Typical Hold Time | 83 Hari | 35 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Celo adalah ekosistem blockchain yang berfokus pada peningkatan adopsi cryptocurrency di antara pengguna smartphone. Dengan menggunakan nomor telepon sebagai kunci publik, Celo berharap dapat memperkenalkan miliaran pemilik smartphone di dunia, termasuk mereka yang tidak memiliki akses perbankan, untuk bertransaksi dalam mata uang kripto. Sementara, CELO adalah token bukti kepemilikan (PoS) yang digunakan untuk biaya transaksi, partisipasi tata kelola, dan aktivitas terkait.
Selengkapnya di halaman CELO →Hashflow adalah decentralized exchange (DEX) multichain yang memungkinkan pengguna untuk trading aset digital di blockchain terkemuka termasuk Ethereum, Arbitrum, Avalanche, BNB Chain, Optimism, dan Polygon hanya dalam hitungan detik. Hashflow memanfaatkan model request for quote (RFQ) untuk memberikan jaminan penawaran harga langsung dari professional market maker (PMM) kepada para trader. Sejak diluncurkan pada April 2021, Hashflow telah memfasilitasi total volume trading lebih dari $18 miliar, menjadikannya 10 DEX teratas.
Selengkapnya di halaman HFT →