Perbedaan Celo dan Haedal Protocol: Celo diperdagangkan di Rp1.294 (kapitalisasi pasar Rp782,67M, volume 24 jam Rp118,05M), sedangkan Haedal Protocol diperdagangkan di Rp289,41 (kapitalisasi pasar Rp131,12M, volume 24 jam Rp28,74M). Perbedaan utamanya: Celo jauh lebih besar — sekitar 6× kapitalisasi pasar Haedal Protocol, dan suplai beredar Celo 603,8M / 1B CELO (61%) dibanding 454,2M / 1B HAEDAL (46%) milik Haedal Protocol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Celo selama 83 Hari dan Haedal Protocol selama 14 Hari.
| CELO | HAEDAL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp782,67M | Rp131,12M |
Volume (24h) | Rp118,05M | Rp28,74M |
Suplai yang Beredar | 603,8M / 1B CELO (61%) | 454,2M / 1B HAEDAL (46%) |
Typical Hold Time | 83 Hari | 14 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Celo adalah ekosistem blockchain yang berfokus pada peningkatan adopsi cryptocurrency di antara pengguna smartphone. Dengan menggunakan nomor telepon sebagai kunci publik, Celo berharap dapat memperkenalkan miliaran pemilik smartphone di dunia, termasuk mereka yang tidak memiliki akses perbankan, untuk bertransaksi dalam mata uang kripto. Sementara, CELO adalah token bukti kepemilikan (PoS) yang digunakan untuk biaya transaksi, partisipasi tata kelola, dan aktivitas terkait.
Selengkapnya di halaman CELO →Haedal adalah protokol liquid staking terkemuka yang dibangun secara native di jaringan Sui. Protokol ini menyediakan infrastruktur yang kuat, memungkinkan pengguna untuk melakukan staking token SUI dan Walrus ke validator guna memperoleh imbal hasil konsensus secara berkelanjutan, sekaligus membuka likuiditas LST yang dapat dimanfaatkan di berbagai ekosistem DeFi. Haedal bertujuan menjadi tempat utama bagi pengguna untuk staking dan mendapatkan imbal hasil di ekosistem Sui.
Selengkapnya di halaman HAEDAL →