Perbedaan Celo dan The Graph: Celo diperdagangkan di Rp1.313 (kapitalisasi pasar Rp794,66M, volume 24 jam Rp115,69M), sedangkan The Graph diperdagangkan di Rp315,34 (kapitalisasi pasar Rp3,4T, volume 24 jam Rp185,42M). Perbedaan utamanya: The Graph jauh lebih besar — sekitar 4,3× kapitalisasi pasar Celo, dan suplai Celo dibatasi (603,8M / 1B CELO (61%)), sedangkan The Graph terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Celo selama 83 Hari dan The Graph selama 95 Hari.
| CELO | GRT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp794,66M | Rp3,4T |
Volume (24h) | Rp115,69M | Rp185,42M |
Suplai yang Beredar | 603,8M / 1B CELO (61%) | 10,9B GRT |
Typical Hold Time | 83 Hari | 95 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
Belum ada sinyal Aura AI.
The Graph (GRT) saat ini diperdagangkan pada Rp315,52 dengan sinyal teknis bearish jangka pendek berdasarkan moving averages, namun RSI_6 menunjukkan kondisi oversold yang berpotensi rebound. Market cap mencapai Rp3,4T dengan sirkulasi 10,9M token. Tidak ada update protokol signifikan yang dilaporkan, sementara aktivitas jaringan tetap stabil.
Outlook keseluruhan netral-bearish dengan peluang rebound teknis dari level support Rp313, namun risiko volatilitas tinggi dan tekanan jual masih dominan. Investor perlu waspada terhadap likuiditas terbatas dan sentimen pasar kripto yang masih hati-hati.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Celo adalah ekosistem blockchain yang berfokus pada peningkatan adopsi cryptocurrency di antara pengguna smartphone. Dengan menggunakan nomor telepon sebagai kunci publik, Celo berharap dapat memperkenalkan miliaran pemilik smartphone di dunia, termasuk mereka yang tidak memiliki akses perbankan, untuk bertransaksi dalam mata uang kripto. Sementara, CELO adalah token bukti kepemilikan (PoS) yang digunakan untuk biaya transaksi, partisipasi tata kelola, dan aktivitas terkait.
Selengkapnya di halaman CELO →The Graph adalah protokol yang mengatur data blockchain dan membuatnya mudah diakses. Protokol ini mendukung banyak aplikasi keuangan terdesentralisasi (DeFi) yang paling banyak digunakan dan ekosistem Web3 yang lebih luas.
Selengkapnya di halaman GRT →