Perbedaan Celo dan FIO Protocol: Celo diperdagangkan di Rp1.082 (kapitalisasi pasar Rp653,88M, volume 24 jam Rp24,28M), sedangkan FIO Protocol diperdagangkan di Rp16,26 (kapitalisasi pasar Rp31,51M, volume 24 jam Rp66,75M). Perbedaan utamanya: Celo jauh lebih besar — sekitar 20,8× kapitalisasi pasar FIO Protocol, dan suplai beredar Celo 605,3M / 1B CELO (61%) dibanding 847,4M / 1B FIO (85%) milik FIO Protocol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Celo selama 84 Hari dan FIO Protocol selama 30 Hari.
| CELO | FIO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp653,88M | Rp31,51M |
Volume (24h) | Rp24,28M | Rp66,75M |
Suplai yang Beredar | 605,3M / 1B CELO (61%) | 847,4M / 1B FIO (85%) |
Typical Hold Time | 84 Hari | 30 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Celo adalah ekosistem blockchain yang berfokus pada peningkatan adopsi cryptocurrency di antara pengguna smartphone. Dengan menggunakan nomor telepon sebagai kunci publik, Celo berharap dapat memperkenalkan miliaran pemilik smartphone di dunia, termasuk mereka yang tidak memiliki akses perbankan, untuk bertransaksi dalam mata uang kripto. Sementara, CELO adalah token bukti kepemilikan (PoS) yang digunakan untuk biaya transaksi, partisipasi tata kelola, dan aktivitas terkait.
Selengkapnya di halaman CELO →FIO Protocol (FIO) adalah solusi usability terdesentralisasi dan sumber terbuka yang bertujuan untuk mempermudah transaksi mata uang kripto di semua blockchain. Hal ini dilakukan dengan mengganti alamat dompet yang kompleks dengan satu Crypto Handle yang dapat disesuaikan dan mudah dibaca, dalam format username@domain. FIO Crypto Handle dapat digunakan untuk mengirim, menerima, meminta, dan menandatangani berbagai jenis transaksi mata uang kripto dengan mudah, seperti mengirim email.
Selengkapnya di halaman FIO →