Perbedaan Celo dan DIA: Celo diperdagangkan di Rp1.291 (kapitalisasi pasar Rp782,67M, volume 24 jam Rp118,05M), sedangkan DIA diperdagangkan di Rp1.848 (kapitalisasi pasar Rp219,88M, volume 24 jam Rp23,12M). Perbedaan utamanya: Celo jauh lebih besar — sekitar 3,6× kapitalisasi pasar DIA, dan suplai beredar Celo 603,8M / 1B CELO (61%) dibanding 119,7M / 200M DIA (60%) milik DIA. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Celo selama 83 Hari dan DIA selama 25 Hari.
| CELO | DIA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp782,67M | Rp219,88M |
Volume (24h) | Rp118,05M | Rp23,12M |
Suplai yang Beredar | 603,8M / 1B CELO (61%) | 119,7M / 200M DIA (60%) |
Typical Hold Time | 83 Hari | 25 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Celo adalah ekosistem blockchain yang berfokus pada peningkatan adopsi cryptocurrency di antara pengguna smartphone. Dengan menggunakan nomor telepon sebagai kunci publik, Celo berharap dapat memperkenalkan miliaran pemilik smartphone di dunia, termasuk mereka yang tidak memiliki akses perbankan, untuk bertransaksi dalam mata uang kripto. Sementara, CELO adalah token bukti kepemilikan (PoS) yang digunakan untuk biaya transaksi, partisipasi tata kelola, dan aktivitas terkait.
Selengkapnya di halaman CELO →DIA (Decentralised Information Asset) adalah platform oracle open-source yang memungkinkan pelaku pasar untuk mencari, menyediakan, dan berbagi data yang dapat dipercaya. DIA bertujuan menjadi ekosistem data keuangan terbuka dalam ekosistem smart contract keuangan, yang menghubungkan analis data, penyedia data, dan pengguna data. Secara umum, DIA menyediakan jembatan yang andal dan dapat diverifikasi antara data off-chain dari berbagai sumber dan smart contract on-chain, yang dapat digunakan untuk membangun berbagai DApp keuangan.
Selengkapnya di halaman DIA →