Perbedaan Celo dan DeepBook Protocol: Celo diperdagangkan di Rp1.098 (kapitalisasi pasar Rp662,36M, volume 24 jam Rp18,17M), sedangkan DeepBook Protocol diperdagangkan di Rp254,18 (kapitalisasi pasar Rp1,42T, volume 24 jam Rp47,11M). Perbedaan utamanya: DeepBook Protocol jauh lebih besar — sekitar 2,1× kapitalisasi pasar Celo, dan suplai beredar Celo 605,3M / 1B CELO (61%) dibanding 5,6B / 10B DEEP (57%) milik DeepBook Protocol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Celo selama 84 Hari dan DeepBook Protocol selama 14 Hari.
| CELO | DEEP | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp662,36M | Rp1,42T |
Volume (24h) | Rp18,17M | Rp47,11M |
Suplai yang Beredar | 605,3M / 1B CELO (61%) | 5,6B / 10B DEEP (57%) |
Typical Hold Time | 84 Hari | 14 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Celo adalah ekosistem blockchain yang berfokus pada peningkatan adopsi cryptocurrency di antara pengguna smartphone. Dengan menggunakan nomor telepon sebagai kunci publik, Celo berharap dapat memperkenalkan miliaran pemilik smartphone di dunia, termasuk mereka yang tidak memiliki akses perbankan, untuk bertransaksi dalam mata uang kripto. Sementara, CELO adalah token bukti kepemilikan (PoS) yang digunakan untuk biaya transaksi, partisipasi tata kelola, dan aktivitas terkait.
Selengkapnya di halaman CELO →DeepBook adalah buku pesanan terdesentralisasi (CLOB) di blockchain Sui yang menawarkan kinerja tinggi dan latensi rendah. Beroperasi sepenuhnya on-chain, DeepBook meningkatkan kemampuan pemrograman dan likuiditas di ekosistem DeFi. Dengan menyediakan likuiditas yang lebih rapat dan kontrol lebih besar bagi penyedia likuiditas dibandingkan model tradisional, DeepBook berfungsi sebagai pusat likuiditas grosir utama untuk berbagai layanan keuangan.
Selengkapnya di halaman DEEP →