Perbedaan Celo dan CoW Protocol: Celo diperdagangkan di Rp1.299 (kapitalisasi pasar Rp787,94M, volume 24 jam Rp114,04M), sedangkan CoW Protocol diperdagangkan di Rp2.492 (kapitalisasi pasar Rp1,44T, volume 24 jam Rp53,04M). Perbedaan utamanya: CoW Protocol lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Celo 603,8M / 1B CELO (61%) dibanding 578,4M / 1B COW (58%) milik CoW Protocol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Celo selama 83 Hari dan CoW Protocol selama 20 Hari.
| CELO | COW | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp787,94M | Rp1,44T |
Volume (24h) | Rp114,04M | Rp53,04M |
Suplai yang Beredar | 603,8M / 1B CELO (61%) | 578,4M / 1B COW (58%) |
Typical Hold Time | 83 Hari | 20 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Celo adalah ekosistem blockchain yang berfokus pada peningkatan adopsi cryptocurrency di antara pengguna smartphone. Dengan menggunakan nomor telepon sebagai kunci publik, Celo berharap dapat memperkenalkan miliaran pemilik smartphone di dunia, termasuk mereka yang tidak memiliki akses perbankan, untuk bertransaksi dalam mata uang kripto. Sementara, CELO adalah token bukti kepemilikan (PoS) yang digunakan untuk biaya transaksi, partisipasi tata kelola, dan aktivitas terkait.
Selengkapnya di halaman CELO →CoW Protocol adalah platform keuangan terdesentralisasi (DeFi) inovatif yang beroperasi di Ethereum Mainnet. Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan hasil trading bagi penggunanya melalui kombinasi strategi yang unik. Di inti protokol ini, digunakan mekanisme lelang batch bersama dengan perdagangan peer-to-peer untuk mendapatkan harga trading terbaik. Selain itu, CoW Protocol menggunakan struktur yang sepenuhnya tanpa izin, memungkinkan partisipasi yang lancar dan inklusif bagi semua pengguna.
Selengkapnya di halaman COW →