Perbedaan Celo dan Chromia: Celo diperdagangkan di Rp1.288 (kapitalisasi pasar Rp782,67M, volume 24 jam Rp118,05M), sedangkan Chromia diperdagangkan di Rp267,34 (kapitalisasi pasar Rp258,71M, volume 24 jam Rp33,78M). Perbedaan utamanya: Celo jauh lebih besar — sekitar 3× kapitalisasi pasar Chromia, dan suplai beredar Celo 603,8M / 1B CELO (61%) dibanding 974,8M / 978,1M CHR (100%) milik Chromia. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Celo selama 83 Hari dan Chromia selama 50 Hari.
| CELO | CHR | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp782,67M | Rp258,71M |
Volume (24h) | Rp118,05M | Rp33,78M |
Suplai yang Beredar | 603,8M / 1B CELO (61%) | 974,8M / 978,1M CHR (100%) |
Typical Hold Time | 83 Hari | 50 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Celo adalah ekosistem blockchain yang berfokus pada peningkatan adopsi cryptocurrency di antara pengguna smartphone. Dengan menggunakan nomor telepon sebagai kunci publik, Celo berharap dapat memperkenalkan miliaran pemilik smartphone di dunia, termasuk mereka yang tidak memiliki akses perbankan, untuk bertransaksi dalam mata uang kripto. Sementara, CELO adalah token bukti kepemilikan (PoS) yang digunakan untuk biaya transaksi, partisipasi tata kelola, dan aktivitas terkait.
Selengkapnya di halaman CELO →Chromia adalah blockchain Layer-1 yang berdiri sendiri dan peningkatan Layer-2 yang kompatibel dengan EVM untuk Binance Smart Chain dan Ethereum. Aset ini didesain untuk meningkatkan dApps yang ada dan memungkinkan pembuatan dApps generasi berikutnya dengan menyediakan scalability, penanganan data yang lebih baik, dan struktur biaya yang bisa disesuaikan. Blockchain menggunakan arsitektur unik yang disebut relational blockchain, dan juga bahasa pemrograman khusus bernama Rell.
Selengkapnya di halaman CHR →