Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Wilmar Cahaya Indonesia Tbk. (CEKA) vs Super Bank Indonesia Tbk. (SUPA)

Wilmar Cahaya Indonesia Tbk.Trading
Super Bank Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Wilmar Cahaya Indonesia Tbk. dan Super Bank Indonesia Tbk.: Wilmar Cahaya Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp2.220 (kapitalisasi pasar 1,32 T), sedangkan Super Bank Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp570 (kapitalisasi pasar 19,13 T). Perbedaan utamanya: Super Bank Indonesia Tbk. jauh lebih besar — sekitar 14,5× kapitalisasi pasar Wilmar Cahaya Indonesia Tbk.. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

CEKASUPA
Kapitalisasi Pasar
1,32 T19,13 T

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

CEKA
Lihat detail
SUPA
Lihat detail

Tentang Wilmar Cahaya Indonesia Tbk.

PT Cahaya Kalbar Tbk (the Company), has been engaged in the edible oil business since 1968. The factory in Pluit Jakarta, was built in 1972 with the initial purposes to produce Cooking Oil and Margarine. In 1992, the Company has succeeded in penetrating the international Specialty Fats market. In the end of 1995, the Company acquired the full ownership of PT Inticocoa Abadi Industri located at Jababeka Industrial Estate I Cikarang, Bekasi – West Java, which produces Pure Prime Pressed Cocoa Butter, Cocoa Mass, Natural Cocoa Cake, and Natural Cocoa Powder. In 1997, the Company acquired ownership of PT Mintawi factory and several individual lands located in Pontianak, West Kalimantan. This factory produces lllipe Butter, Shea Fat, Cooking Oil, Palm Kernel Oil, and their fractions.

Selengkapnya di halaman CEKA

Tentang Super Bank Indonesia Tbk.

PT Super Bank Indonesia Tbk. (hereinafter referred to as the Bank) formerly under the name of PT Bank Fama International was established by Deed No. 36 on 5 March 1993, before Notary Herlien, S.H. The Bank has received a license as a commercial bank according to the Decree of the Minister of Finance of the Republic of Indonesia No. 834/KMK.017/1993 dated 11 October 1993.

Selengkapnya di halaman SUPA