Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Communication Cable Systems Indonesia Tbk. (CCSI) vs Abadi Lestari Indonesia Tbk. (RLCO)

Communication Cable Systems Indonesia Tbk.Trading
Abadi Lestari Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Communication Cable Systems Indonesia Tbk. dan Abadi Lestari Indonesia Tbk.: Communication Cable Systems Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp264 (kapitalisasi pasar 349,33 M, volume 24 jam 182,8 rb), sedangkan Abadi Lestari Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp4.550 (kapitalisasi pasar 14,41 T, volume 24 jam 131,9 rb). Perbedaan utamanya: Abadi Lestari Indonesia Tbk. jauh lebih besar — sekitar 41,3× kapitalisasi pasar Communication Cable Systems Indonesia Tbk., dan Communication Cable Systems Indonesia Tbk. lebih aktif diperdagangkan (182,8 rb vs 131,9 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

CCSIRLCO
Kapitalisasi Pasar
349,33 M14,41 T
Volume
182,8 rb131,9 rb
Lot
1,83 rb1,32 rb
Perputaran
49,29 jt603,22 jt
Harga Rata-rata
269,624.573,28
Nilai Transaksi
49,29 jt603,22 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
2584.600
Volume Ekuilibrium Indikatif
14100

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

CCSI
Lihat detail
RLCO
Lihat detail

Tentang Communication Cable Systems Indonesia Tbk.

PT Communication Cable Systems Indonesia Tbk (the Entity) Tbk formerly PT Siemens Kabel Optik was established under the framework of the Foreign Capital Investment Law No. 1 year 1967 as amended by Law No. 11/1970, and most recently amended by Capital Investment No. 25/2007, based on the Notarial Deed No. 66 of Trisnawati Mulia, S.H., dated October 11, 1995.

Selengkapnya di halaman CCSI

Tentang Abadi Lestari Indonesia Tbk.

PT Abadi Lestari Indonesia (the Entity) was established based on Notarial Deed No. 166 of Siti Nurul Hidajah, S.H., M.Kn., Notary in Bojonegoro, dated August 11, 2014. The Entity started its commercial operations in 2014. PT Abadi Lestari Indonesia is the parent entity, whereas Edwin Pranata is the ultimate beneficial owner of the group.

Selengkapnya di halaman RLCO