Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Citra Buana Prasida Tbk. (CBPE) vs Wilton Makmur Indonesia Tbk. (SQMI)

Citra Buana Prasida Tbk.Trading
Wilton Makmur Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Citra Buana Prasida Tbk. dan Wilton Makmur Indonesia Tbk.: Citra Buana Prasida Tbk. diperdagangkan di Rp282 (kapitalisasi pasar 385,18 M, volume 24 jam 10,2 rb), sedangkan Wilton Makmur Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp57 (kapitalisasi pasar 947,79 M, volume 24 jam 13,56 jt). Perbedaan utamanya: Wilton Makmur Indonesia Tbk. jauh lebih besar — sekitar 2,5× kapitalisasi pasar Citra Buana Prasida Tbk., dan Wilton Makmur Indonesia Tbk. lebih aktif diperdagangkan (13,56 jt vs 10,2 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

CBPESQMI
Kapitalisasi Pasar
385,18 M947,79 M
Volume
10,2 rb13,56 jt
Lot
102135,59 rb
Perputaran
2,9 jt797,5 jt
Harga Rata-rata
283,8858,82
Nilai Transaksi
2,9 jt797,5 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
57
Volume Ekuilibrium Indikatif
9,67 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

CBPE
Lihat detail
SQMI
Lihat detail

Tentang Citra Buana Prasida Tbk.

PT Citra Buana Prasida Tbk Entity which was originally named PT Prasetia Sejati was established on August 24, 2000 based on the Deed of Establishment No. 18, drawn up in the presence of Ninik Sukadarwati, SH., Notary of the Bekasi Regency Level II, in Tambun. The Entity started its commercial business in 2005.

Selengkapnya di halaman CBPE

Tentang Wilton Makmur Indonesia Tbk.

PT Renuka Coalindo Tbk (The Company) was initially established under the name PT Sanex Qianjiang Motor International. Sanex Qianjiang Motor International Tbk (the company) was established on 21 March 2000 based on Notaries Deed dated No. 180 and the deed of establishment was approved by the the Ministry of Justice dated July 24, 2000. The Company started the business activities with import Completely Built Up motorcycle from Chinese. The company considered public response and the potential market for motorcycle product in Indonesia then improved activity to establish motorcycle fabrication and distribution.

Selengkapnya di halaman SQMI